Jatuh Tapi Tak Dirasa, Kini Kuli Bangunan Terima Kenyataan Pahit, Hanya Terbaring di Kamar 3x3 Meter
Dia mengalami kecelakaan kerja saat bekerja membangun rumah temannya di kasawan Desa Gentan, Kecamatan Baki.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Nasib pilu dialami Anggita Charunas Berdikari.
Pria 32 tahun asli Jogjakarta itu, kini tinggal di rumah indekos di RT 02 RW 03, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Ya, dia hanya bisa terbarung lemah di kasur kamar kos yang dia sewa seluas 3x3 meter dengan sosok ibundanya bernama Sri Riwayatiningsih.
Dua tahun yang lalu, dia mengalami kecelakaan kerja saat bekerja membangun rumah temannya di kasawan Desa Gentan, Kecamatan Baki.
Saat sedang mengerjakan dinding, bambu penyangga (jagrak) yang dia baiki tiba-tiba roboh.
Baca juga: Menderita Kelumpuhan Saraf Otak, Anak di Nguter Sukoharjo Hanya Jalani Terapi di Sanggar Inklusi
Baca juga: Anak di Nguter Sukoharjo Alami Kelumpuhan Saraf Otak, Kapolres Sukoharjo Turun Beri Bantuan
"Jagraknya itu memang sudah lama, dan sudah rapuh. Saat saya naik tiba-tiba roboh," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Rabu (3/3/2021).
Dia jatuh dari ketinggian 2 meter. Dan saat terjatuh, pria yang akrab disapa Anggi itu mendarat dalam posisi duduk.
Seusai terjatuh, dia mengatakan tidak merasakan apa-apa, hanya saja kakinya sering merasa kesemutan.
Karena dianggap baik-baik saja, Anggi tak memeriksakan kondisinya itu.
Namun, selang sebulan, dia mengalami kejadian yang membuatnya buram yakni kelumpuhan hingga kini.
"Saya berobat ke Rumah Sakit dr. Oen, kemudian saya juga melakukan terapi selama dua bulan di Kartasura," ucapnya.
Usai melakukan pengobatan alternatif, Anggi merasa kondisi badannya jauh lebih baik.
Bahkan, dia sempat bisa berjalan lagi.
Karena memiliki tanggungjawab sebagai seorang ayah, Anggi kemudian kembali bekerja sebagai kuli bangunan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/anggita-charunas-berdikari-32-terbaring-lemah-di-indekos-rt-02-rw-03-keluraha.jpg)