Berita Solo Terbaru

Solo Bakal Punya Sandbox Ala Drama Korea Start Up? Gibran Minta Eks Menteri Wishnutama Beri Masukan

Studio rekaman Lokananta di Jalan Ahmad Yani menjadi satu lokasi yang digadang-gadang disulap menjadi sandbox di Kota Solo.

Penulis: Adi Surya Samodra | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Adi Surya Samodra
Wishnutama dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka melihat koleksi yang masih tersimpan di Lokananta, Kamis (4/3/2021). 

Meski begitu, Wishnutama tidak menampik Lokananta memiliki potensi untuk disulap menjadi sandbox.

"Kita bisa jadikan sandbox, pusat ajang adu inovasi dan kreativitas, tempat pertemuan investasi," ucap dia.

"(Tapi) ini sudah tua, harus diupgarde disesuaikan dengan zamannya," tambahnya.

Ingin Cepat

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, berjanji akan memutus rantai birokrasi dari hal pengaduan warga.

Bila selama ini warga harus bersusah payah mengadu soal kesulitan yang ditemui sehari-hari, Gibran meminta agar hal itu tak terjadi lagi.

Baca juga: Jadi Wali Kota Solo Sekarang Bertabur Fasilitas, Apakah Akan Ambil Gaji? Gibran : Gaji Urusan Nanti

Caranya, anak sulung Presiden Jokowi ini minta agar semua Kepala Dinas menanggapi keluhan masyarakat lewat akun media sosial.

Gibran meminta kepada semua kepala dinas yang ada di Solo agar membuat akun media sosial.

Akun media sosial tersebut nantinya akan digunakan sebagai kanal aduan masyarakat.

Alasannya, agar aduan masyarakat bisa segera ditangani dengan cepat tanpa harus menunggu seperti sebelumnya.

"Kita penginnya serba cepat. Kalau kemarin instruksi Pak Ganjar waktu pelantikan, seluruh kepala dinas dan kepala daerah harus punya akun media sosial. Jadi akun sosial media ini dijadikan kanal aduan," kata Gibran dikutip dari Kompas.com, Senin (1/3/2021).

Sebelumnya sudah diterapkan kanal aduan khusus bernama Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS).

Namun Gibran menganggap kanal tersebut kurang efektif.

Sebab, keluhan yang dibuat masyarakat melalui layanan itu terkesan masih menggunakan prosedur formal seperti harus ditulis lebih dahulu dan dibaca banyak orang baru ditindaklanjuti.

"Kalau ULAS kan keluhannya ditulis, dibaca banyak orang. Ini kita pengin lebih private dan fast respons," tegas Gibran.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved