Berita Sukoharjo Terbaru

Kocar-kacir, Lomba Mancing di Sukoharjo Dibubarkan Paksa Petugas Covid-19, Imbas Peserta Membludak

Menurut pengelola lomba Suryo, lomba yang dia gelar ini melebihi jumlah kapasitas peserta.

Tayang:
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Agil Tri
Petugas saat membubarkan lomba mancing yang dinilai membludak di Kelurahan Dukuh, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Minggu (14/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Lomba memancing di Rowo Dukuh, Kelurahan Dukuh, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo mendadak gempar, Minggu (14/3/2021).

Ya, lomba mancing tersebut dibubarkan petugas Satgas Covid-19.

Menurut pengelola lomba Suryo, lomba yang dia gelar ini melebihi jumlah kapasitas peserta.

"Selama pandemi ini kan hanya 50 orang, dan ini diikuti 100 peserta, dari jumlah kapasitas kita 220 orang," kata dia kepada TribunSolo.com.

Sedianya, lomba mancing ini akan berlangsung selama tiga jam.

Baca juga: Pasangan Remaja di Video Parakan 01 Dimintai Keterangan, Ternyata Aksinya Dilakukan Dekat Kantin

Baca juga: Peduli Lingkungan, Aktivis Remaja Islam Colomadu Karanganyar Bikin Gebrakan, Tanam Ratusan Pohon

"Ini isitilahnya kita arisan saja, dengan lomba mancing ikan Patin," ucapnya.

Namun, sebelum lomba berakhir, Satgas Covid-19 Kecamatan Sukoharjo, bersama pihak kepolisian dan Satpol PP membubatkan acara tersebut.

Ratusan pemancing yang tengah asyik memancing terpaksa harus menarik kembali kail mereka.

"Sebenarnya lombanya kurang 1 jam, kita tadi mulai pukul 10.00 WIB," jelasnya.

Dia mengakui jika lomba yang ia gelar menyalahi aturan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Selanjutnya, dia akan menaati aturan yang ada yang diterapkan di Kabupaten Sukoharjo.

"Saya harap petugas tidak tebang pilih, pemancingan yang lain juga harus ditertibkan jika melanggar," tandasnya.

Lomba Kicau Dibubarkan

Kegiatan latihan bersama (Laber) kicau burung di Pasar Cuplik, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo dibubarkan, Minggu (14/3/2021).

Kegiatan tersebut tak mengantongi izin baik dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, maupun dari pihak kepolisian. 

Hal tersebut diungkapkan ketua panita Laber tersebut, Fitroh Andrian. 

"Kalau izin kegiatan tidak ada, kami hanya pemberitauan secara lisan saja," kata dia. 

Meski tak mengantongi izin, panitia tetap nekat menggelar Laber tersebut. 

Baca juga: Dibubarkan Polisi, ABG Nekat Nongkrong dan Gelar Tikar di Terowongan Flyover Purwosari Solo

Baca juga: Tim Relawan FPI Dibubarkan saat Sedang Membantu Korban Banjir, Ternyata Begini Penyebabnya

"Dari kicau mania sudah lama gak ada lomba burung, ini hanya kekangenan kita saja dengan mengadakan latihan bersama ini," jelasnya. 

Sedianya Laber ini akan melombakan empat kategori burung, yaitu Murai Batu, Cucak Ijo, Kacer, dan Cendet. 

Nampak, puluhan orang yang datang dari sejumlah tempat di Sukoharjo hadir dalam Laber itu. 

"Kita juga batasi hanya 25 gantangan, biasa 60 gantangan. Kalau 60 gantangan pasti banyak banget nanti orangnya, tapi kita juga mematuhi Protkes," terangnya. 

Panita mengaku pasrah dengan dibubarkannya acara Laber ini. Karena pihaknya menyadari kesalahannya menggelar acara yang mengumpulkan banyak orang ditengah pandemi Covid-19. 

"Kalau kecewa kami enggak. Tapi kalau peserta ada yang kecewa, karena sudah kesini bawa burung," ujarnya. 

Panita juga mengembalikan uang pendaftaran setiap peserta sebesar Rp25 ribu untuk setiap kategori. 

Salah seorang peserta asal Bendosari, Slamet berharap ada pelonggaran lomba untuk kicau mania ini. 

Sebab, sejak pandemi Covid-19 pada Maret 2020 lalu, tak ada kegiatan lomba burung di Sukoharjo. 

Selain itu, dengan adanya lomba ini, dapat membangkitkan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi lomba. 

"Harga burung untuk kicau mania sendiri juga tinggi," tandasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved