Berita Solo
Harga Cabai Rawit di Klaten Tembus Rp 120 Ribu Per Kilogram, Pedagang Sebut Stok Minim
Harga cabai rawit di Kabupaten Klaten makin pedas.Sebab, saat ini per kilogramnya, cabai rawit tembus Rp 120 ribu.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Harga cabai rawit di Kabupaten Klaten makin pedas.
Sebab, saat ini per kilogramnya, cabai rawit tembus Rp 120 ribu.
Pedagang Pasar Darurat Klaten, Kecamatan Karanganom Tugiyati (56) mengatakan, kenaikan harga cabai rawit ini sudah sejak dua minggu yang lalu.
Baca juga: Daftar Lengkap Harga Cabai di Solo : Paling Murah Cabai Hijau, Paling Fantastis Cabai Rawit Merah
Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah Meroket di Solo Raya, Menteri Pertanian : Masih Wajar
Dia mengatakan, penyebab harga melambung ini lantaran saat ini stok minim.
"Ini baru langka cabai rawit," kata Tugiyati, Kamis (18/3/2021).
Tugiyati menjelaskan, kabar yang ada, saat ini tidak banyak petani yang menanam cabai.
"Biasannya, kami disetori cabai dari Boyolali, namun saat ini kami disetori cabai dari Surabaya, Jawa timur," aku Tugiyati.
Walaupun ada kenaikan harga cabai rawit, dia mengaku belum ada pelanggan yang memberikan keluhan padanya.
"Tanggapan masyarakat ya biasa saja, " pungkasnya.
Pedagang Terdampak
Harga cabai di sejumlah daerah kian meroket, tak terkecuali di Solo.
Dari harga normal yang dibandrol Rp 30 ribu per kg, saat ini harga cabai berjenis rawit merah tembus Rp 100 ribu per kg.
Baca juga: Daftar Lengkap Harga Cabai di Solo : Paling Murah Cabai Hijau, Paling Fantastis Cabai Rawit Merah
Fenomena naiknya harga cabai ini pun sampai membuat penjual makanan ayam geprek di Solo kebingungan.
Di Solo, ayam geprek adalah salah satu jenis makanan yang banyak disukai orang karena menawarkan sensasi pedas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tugiyati-56-seorang-pedagang.jpg)