Berita Solo Terbaru
Sempat Nelangsa Hanya Segelintir Orang Per Hari, Kini Bonbin Jurug Solo Mulai Dipadati Pengunjung
Direktur TSTJ, Bimo Wahyu Widodo menyampaikan, ditutupnya sektor wisata selama setahun belakangan ini membuat pengelola terpuruk.
Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Azhfar Muhammad Robbani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Beberapa sektor pariwisata di Kota Solo genap satu tahun ditutup karena dampak dari pandemi Covid-19.
Tak terkecuali Taman Satwa Taru Jurug (TST) yang telah berhenti beroperasi sejak awal tahun 2020 lalu.
Direktur TSTJ, Bimo Wahyu Widodo menyampaikan, ditutupnya sektor wisata selama setahun belakangan ini membuat pengelola terpuruk.
“Selama satu tahun ini kita terpuruk dan ditutup karena pencegahan Covid-19,” ujar dia kepada TribunSolo.com pada, Minggu (21/3/2021).
Disamping itu, secara bertahap dengan adanya kelonggaran dari PPKM di Kota Solo bisa memperbaiki kembali manajemen secara perlahan.
Baca juga: Bantu Percepatan Ekonomi, Prajurit TNI dari Kodim 0735/Solo dan Relawan Bersih-bersih Bonbin Jurug
Baca juga: Mulai Besok, Taman Satwa Taru Jurug Solo Ditutup Sementara, Pengelola : Upaya Pencegahan Covid-19
“Kepercayaan masyarakat kami kembali bangun dengan mempersiapkan sehingga kami bisa menerima kunjungan dengan siap, ” papar Bimo.
Bimo mengaku sebelum adanya pelonggaran PPKM tingkat kunjungan perharinya sangat sedikit.
“Sebelum PPKM mana ada pengunjung banyak, paling tidak sampai 20 orang perhari,” ungkapnya.
Namun ia sampaikan setelah dilonggarkannya PPKM warga Solo dan Solo raya kembali mengunjungi TST dan mengalami signifikansi jumlah pengunjung.
“Hampir 100 persen tingkat kenaikan nya, sejak Februari pertengahan sampai saat ini bisa sampai seratus perhari,” jelasnya.
Ia pun mengaku untuk pengunjung di minggu kemarin di angka 700 pengunjung.
“Ini luar biasa antusiasnya, minggu kemarin sampai 700 orang pengunjung,” kata dia.
Berbagai evaluasi terus dilakukan dan ditingkatkan terutama dalam menegakan protokol kesehatan.
“Saat dibukanya kembali kami tidak bolehlengah dengan protokol kesehatan dan 3M nya,” tutur Bimo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/pengunjung-tengah-memotret-koleksi-satawa-di-taman-satwa-taru-jurug-kota.jpg)