Berita Solo Terbaru

Pengelola Jalan Tol Solo-Ngawi Pasrah Mudik Dilarang, Padahal Maret Ini Mulai Meroket 30 Persen

PT Jasamarga Solo-Ngawi tak bisa apa-apa setelah terbitnya aturan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah.

Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Asep Abdullah Rowi
ILUSTRASI : Anteran kendaraan di Jalan Raya Solo-Semarang, kawasan exit tol Ngasem, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Kamis (6/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pengelola Jalan Tol Solo - Ngawi mengaku pasrah terhadap larangan mudik Lebaran 2021.

General Manager Teknik dan Operasi PT Jasamarga Solo-Ngawi, Saktia Lesan Dianasari menjelaskan, pihaknya tak bisa apa-apa setelah terbitnya aturan larangan mudik lebaran pada Jumat, 26 Maret 2021 oleh Menko PMK, Muhadjir Effendy.

Meskipun sebenarnya, volume kendaraan bulan Maret 2021 mulai menggeliat hingga menyentuh angka 30 persen.

"Sebenarnya di bulan Maret ada kenaikan, tapi belum signifikan," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Sri Mulyani, Gibran hingga Ganjar, Ramai-ramai Dukung Larangan Mudik, Ini Pernyataan Lengkapnya

Baca juga: Belajar dari Mudik Tahun Lalu Ada Kucing-kucingan, Kelakar Gubernur Jateng Ganjar : Dicarikan Anjing

"Namun, kebijakkan pemerintah ini memiliki risiko intensitas menurun lagi, tapi tetap kita patuhi aturan yang berlaku," aku dia.

Saktia juga menjelaskan untuk pelaksana akan tetap kita lakukan antisipasi, berupa penerapan protokol kesehatan yang berlaku.

Seperti aturan pengguna rest area hanya 50 persen dari yang disediakan, aturan pakai masker, penyediaan handsanitezer hingga lakukan swab antigen bagi semua petugas.

Berkaitan antisipasi adanya pemudikan yang nekat mudik pada lebaran 2021, pihaknya menyebutkan menunggu arahan pemerintan untuk penutupan jalan tol.

"Kebijakan pemerintah dan kami tunggu arahan pemerintah," ungkapnya.

Penyekatan di Perbasatan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memastikan akan mensukseskan larangan mudik Lebaran 2021.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pekan ini akan ada rapat koordinasi dengan pemerintah pusat untuk menyiapkan penghapusan mudik.

"Itu kebijakan dari pusat. Tidak ada mudik, maka kita siapkan tidak ada mudik. Namun demikian kita selalu siaga," kata Ganjar saat berada di Solo, Senin (29/3/2021).

"Pekan ini, kita akan segera rapat dengan Jakarta untuk siapkan langkah-langkahnya," tambahnya menekankan.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved