Kemasan Jual Beli Emas di Solo

Prinsip Pemilik Lapak Jual Beli Emas Coyudan Solo, Enggan Sembarangan Beli Emas Agar Usaha Lancar

Sebagai pengusaha jual beli emas kecil-kecilan, Surebi enggan sembarangan membeli barang dari orang yang datang kepadanya.

Tayang:
TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto
JUAL BELI EMAS - Surebi, salah satu pengusaha Kemasan atau jual beli emas di kawasan pusat niaga Coyudan, Kota Solo. Sebagai pengusaha jual beli emas kecil-kecilan, Surebi enggan sembarangan membeli barang dari orang yang datang kepadanya. 

Ringkasan Berita:
  • Surebi telah 40 tahun menjalankan usaha jual beli emas di Coyudan.
  • Ia selalu mengecek asal-usul emas untuk menghindari barang hasil kejahatan.
  • Sikap hati-hati membuat usahanya tetap bertahan dan menghidupi keluarga.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Surebi (65) warga Kartasura telah menjalani usaha jual beli emas atau yang juga dikenal dengan istilah Kemasan di kawasan niaga Coyudan tak jauh dari Pasar Klewer, Solo.

Surebi kini telah lebih dari 40 tahun membuka lapak di sana.

Sebagai pengusaha jual beli emas kecil-kecilan, Surebi enggan sembarangan membeli barang dari orang yang datang kepadanya.

LAPAK KEMASAN - Usaha jual beli emas atau Kemasan di kawasan Coyudan Kota Solo ada yang turun temurun bahkan sampai puluhan tahun.
LAPAK KEMASAN - Usaha jual beli emas atau Kemasan di kawasan Coyudan Kota Solo ada yang turun temurun bahkan sampai puluhan tahun. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Bukan tanpa alasan, Surebi mengaku bahwa hal itu dilakukan agar usaha yang ia teruskan dari mertuanya tersebut berjalan lancar atau tak terkenal masalah seperti hasil kriminal.

Tak jarang Surebi menanyakan banyak hal kepada masyarakat yang akan menjual emas.

Hal itu merupakan antisipasi agar barang yang ia beli tidak bermasalah.

Baca juga: Pemilik Lapak Jual beli Emas di Coyudan Ungkap Pelanggan Kerap Jual Emas untuk Biaya Pendidikan Anak

Berbeda dengan toko emas yang juga menerima pembelian emas dari masyarakat yang harus menyertakan surat kepemilikan, usaha kemasan atau jual beli emas yang dijalani Surebi tak jarang membeli barang yang sudah tidak ada surat kepemilikannya. 

"Kalau ada orang jual ditanyain ada suratnya nggak, kalau nggak ada suratnya ditanya mintanya berapa. Kalau kelihatan ragu-ragu ya tidak dibeli takutnya itu barang dari hasil yang tidak bagus," ungkap Surebi kepada TribunSolo.com.

"Saya takut kadang ada urusan berat, kalau ada urusan polisi kan berat," lanjutnya.

Tak Sembarangan Mau Terima

Surebi mengungkapkan, ia tak sembarangan langsung menawar barang yang dari orang yang datang kepada dirinya.

Hal itu ia lakukan demi memastikan bahwa emas yang akan ia beli bukan hasil dari kejahatan.

"Kalau beli itu ya ditanya ada suratnya nggak, kalau enggan ditanya ini punya sendiri atau bukan. Kadang saya tanya kalau saya beli tidak apa-apa kan, nah kalau sudah dijawab baru saya berani beli," urainya.

Baca juga: Kemasan, Lapak Jual Beli Emas di Kawasan Pasar Klewer yang Tak Lekang Zaman

Nyatanya antisipasi dengan cara tersebut membuat usaha Surebi masih bisa bertahan hingga saat ini.

Bahkan dari hasil usahanya selama hampir setengah abad tersebut mampu menghidupi keluarganya.

"Kira-kira dari itu kalau ada untungnya ya Alhamdulillah rezeki saya," pungkasnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved