Breaking News:

Ramadhan 2021

Warga Muhammadiyah Catat Ini, Imbauan Ibadah Ramadhan 2021 dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Warga muhammadiyah mendapatkan imbauan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menjalankan ibadah bulan suci Ramadhan 1442 Hijiriah. 

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi Puasa Ramadhan 2021. Simak kumpulan tips puasa sehat. 

TRIBUNSOLO.COM - Warga muhammadiyah mendapatkan imbauan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menjalankan ibadah bulan suci Ramadhan 1442 Hijiriah. 

Ada 13 poin yang diminta untuk diperhatikan.

Poin tersebut sudah tertuang dalam surat edaran bernomor 03/EDR/I.0/E/2021 itu berisi 13 poin tentang anjuran ibadah umat muslim khususnya warga Muhammadiyah, di bulan suci Ramadhan 2021 yang masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Baca juga: Lama Tak Muncul di Medsos, Tersebar Foto Abu Janda Cium Tangan Tokoh Muhammadiyah, Begini Faktanya

Baca juga: Fakta Pernikahan Din Syamsuddin dengan Rashda Diana: Dihadiri Anak Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah

"Tuntutan tersebut hendaknya dapat dilaksanakan dan dapat menjadi panduan bagi umat Islam pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya," jelas Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam keterangan tertulis, Senin, 29 Maret 2021.

"Khusus bagi warga Muhammadiyah dengan seluruh institusi yang berada di lingkungan persyarikatan dari pusat sampai ranting hendaknya memedomani tuntunan ini sebagai wujud mengikuti garis kebijakan organisasi untuk berada dalam satu barisan yang kokoh," sambungnya.

Adapun 13 poin pedoman tersebut adalah sebagai berikut:

1. Puasa Ramadan wajib dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik. Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, baik bergejala dan tidak bergejala (OTG) masuk dalam kelompok orang yang sakit.

2. Untuk menjaga kekebalan tubuh dan dalam rangka berhati-hati guna menjaga agar tidak tertular Covid-19, tenaga kesehatan dapat meninggalkan puasa Ramadan dengan ketentuan menggantinya setelah Ramadan.

3. Vaksinasi boleh dilakukan saat berpuasa dan tidak membatalkan puasa, karena diberikan tidak melalui mulut atau rongga tubuh lainnya seperti hidung, serta tidak memuaskan keinginan dan bukan merupakan zat makanan yang mengenyangkan.

4. Bagi masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya ada penularan Covid-19, shalat berjamaah, baik salat fardu termasuk shalat Jumat, maupun qiyam Ramadan atau tarawih dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari penularan virus corona.

Halaman
12
Editor: Ryantono Puji Santoso
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved