Geledah Rumah Mertua Terduga Teroris di Tulungagung, Densus 88 Temukan 2 Pistol dan 9 Peluru
Densus 88 melakukan penangkapan seorang warga yang berdomisili di Desa Tenggur, Rejotangan, Tulungagung, berinisial N (44).
N sudah mempunyai dua anak.
Kesehariannya ia dikenal sebagai pemilik dump truk.
Dia sering bolak-balik Tenggur-Kemloko, karena dia juga menjaga ibunya.
Selain itu N juga bertani di desa asalnya itu.
Pernah Jadi TKI di Korea
Seorang terduga teroris, N (44), yang ditangkap Densus 88 di Tulungagung merupakan warga Dusun Kuwut, Desa Kemloko, Nglegok, Kabupaten Blitar.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dusun Kuwut, Desa Kemloko, Nglegok, Kabupaten Blitar, Khariri, saat dihubungi Surya, Selasa (30/3/2021) malam.
"Benar, dia warga RT 4 RW 7 Dusun Kuwut, Desa Kemloko, Nglegok, Kabupaten Blitar," kata Khariri.
Khariri mengatakan selama ini N tinggal di rumah istrinya di Dusun Ngipik, Desa Tenggur, Rejotangan, Tulungagung.
Tapi, N sering ke rumah orangtuanya di Dusun Kuwut, Desa Kemloko, Nglegok.
"Dia sering ke sini (Dusun Kuwut). Orangtuanya tinggal ibunya saja. Ibunya sudah tua usia di atas 60 tahun. Orangtuanya tani," ujar Khariri.
Baca juga: Seragam Berlogo FPI & Buku FPI Jadi Salah Satu Barang Bukti Penangkapan Teroris, Polisi Siap Dalami
Baca juga: Fakta Penangkapan 4 Terduga Teroris: Ditemukan Baju Bertuliskan FPI Hingga 5 Bom Aktif
Dikatakannya, sejak muda menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.
N pernah menjadi TKI di Malaysia selama sekitar empat tahun.
N juga pernah menjadi TKI di Korea hampir tujuh tahun.
"Terakhir, dia (N) menjadi TKI di Taiwan. Belum lama pulang. Tapi kapan pulang dari Taiwan saya kurang tahu, karena dia pulang di rumah istrinya di Tulungagung," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ilustrasi-densus-88.jpg)