Mabes Polri Diserang Perempuan Muda, Tiga Media Asing Ikut Soroti
Insiden penembakan di Mabes Polri yang dilakukan seorang perempuan muda mendapat perhatian dari media asing.
TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Tiga media asing menyoroti peristiwa penembakan di halaman Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021).
Ketiga media tersebut masing-masing berasal dari China, India, dan Qatar.
1. Al Jazeera
Media yang berbasis di Doha, Qatar, mengutip dari media lokal, melaporkan bahwa satu orang ditembak mati dalam baku tembak terkait "dugaan serangan teror" di kompleks markas besar polisi nasional Indonesia pada Rabu (31/3/2021).
Baca juga: Transkrip Surat Wasiat Diduga Ditulis Penyerang Mabes Polri, Ada Kesamaan Surat Pelaku Bom Makassar
Baca juga: Terungkap Isi Map Kuning yang Dibawa Terduga Teroris saat Serang Mabes Polri, Begini Kata Kapolri
Disebutkan tersangka yang ditembak itu terlihat seorang diri dan meninggal seketika di tempat kejadian setelah ditembak polisi, mengutip saluran TVOne.
Polisi disebut tidak menanggapi permintaan komentar untuk memverifikasi laporan tersebut.
Kemudian, mendeskripsikan sosok sendirian yang ditembak polisi sebelum jatuh ke tanah, merujuk sumber dari MetroTV dan stasiun penyiaran besar lainnya yang dikutip.
Tubuhnya terbaring tak bergerak setelah itu, dengan laporan menyebutnya sebagai "dugaan serangan teror".
Peristiwa di markas polisi di pusat kota Jakarta terjadi beberapa hari setelah 2 pelaku bom bunuh diri menyerang sebuah katedral di kota Makassar di pulau Sulawesi dan melukai sekitar 20 orang.
"Pasangan pengantin baru" yang menyerang gereja tersebut adalah anggota kelompok pro-ISIS (ISIS) Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kata polisi, memperingatkan kemungkinan serangan.
Pos terdepan polisi telah sering menjadi sasaran kelompok bersenjata Indonesia di masa lalu, demikian diberitakan Al Jazeera yang dilansir Kompas.com pada Rabu (31/3/2021).
2. South China Morning Post (SCMP)
Media China menyebutkan polisi mengepung sosok orang yang mati ditembak oleh pihaknya, karena "dugaan serangan teror".
Orang itu mati ditembak setelah masuk ke kompleks markas polisi nasional Indonesia pada Rabu (31/3/2021), yang tampaknya hanya seorang diri.
Polisi disebutkan SCMP tidak menanggapi permintaan untuk memverifikasi laporan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kolase-foto-orang-berpakaian-perempuan-terduga-teroris.jpg)