Berita Sragen Terbaru
Jaring Bibit Potensial Atlet Silat, PSHT Gelar PSHT Cup II Sragen, 127 Pesilat Bertanding
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) wilayah barat Sragen menggelar kejuaraan pencak silat PSHT Cup II di gedung Balai Desa Sidoharjo Sragen.
Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Adi Surya Samodra
Mereka membawa dua bilah bambu berukuran panjang untuk mendayung getek.
Lalu di kiri dan kanan sungai, masing-masing ada 20 orang yang mengiringi dengan pakaian adat Jawa di antaranya lurik.
"Ada bregada, mereka berasal dari padepokan silat di sini," paparnya.
Sekitar pukul 14.34 WIB, kedua orang tadi pelan-pelan mulai mendayung getek.
"Geteknya berjalan kurang lebih 500 meter," katanya.
Mereka mengantarkan si mempelai pria untuk bertemu dengan mempelai perempuan yang sudah menunggu di ujung sungai.
"Kurang lebih ceritanya sangiran mantu seperti itu. Pengantin itu cuma simbolis saja, tidak menikah betulan," tambahanya.
Tukar Koin Kuno
Pembukaan Pasar Budaya Sangiran di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen menawarkan kuliner serta kerajinan asli Sangiran.
Namun untuk bisa membeli makanan ataupun kerajinan, pengunjung harus menukarkan mata uang rupiah dengan koin kuno terlebih dahulu.
"Cukup dengan uang Rp 2.500 bisa menukarkan koin," ujar salah satu pengurus, Paryanti saat ditemui di lokasi pada Jumat (13/11/2020).
Ia mengatakan, satu keping koin yang dibeli dengan harga Rp 2.500, tapi ketika dibelanjakan nominalnya hanya Rp 2.000.
Baca juga: Warga Dusun Sangiran Sragen Bangkit di Tengah Pandemi, Buat Pasar Budaya Demi Jadi Desa Wisata
Baca juga: Letak Museum Purbakala Ada di Daerah Lain, Warga Asli Sangiran Ungkap Tak Kena Dampak Ekonominya
Adapun yang dijual dalam pasar budaya tersebut adalah hasil bumi.
"Ada yang jual umbi dan pisang hasil dari tanaman warga sini," kata dia.
Selain itu, untuk kerajinan tangan yang dijual ialah di antaranya dari pohon bambu hingga batu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/psht-cup.jpg)