Aksi Heroik Sekdes Waimatan Arahkan Warga Selamatkan Diri saat Longsor NTT, Dirinya Justru Tertimbun
Waimatan bisa dibilang merupakan salah satu desa yang parah karena banjir dan longsor pada Minggu (4/4/2021) dini hari.
TRIBUNSOLO.COM -- Bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) memporak-porandakan Waimatan, Desa di Pulau Lembata.
Waimatan bisa dibilang merupakan salah satu desa yang parah karena banjir dan longsor pada Minggu (4/4/2021) dini hari.
Tercatat, 19 rumah yang terkubur longsor dan sekarang masih ada 22 warga desa yang terkubur material banjir, batu besar, dan gelondongan kayu.
Baca juga: Kepanikan Korban Banjir Bandang Adonara: Terjadi Dini Hari, Mayat Ditemukan Masih di Atas Kasur
Baca juga: BMKG Ternyata Sudah Baca Tanda Alam Sebelum Badai Seroja Hantam NTT, Terlihat di Laut Sawu
Salah satu yang terkubur itu adalah Sekretaris Desa Waimatan Randius Rupa yang justru pada malam kejadian masih melakukan koordinasi untuk selamatkan warga ke tempat yang aman.
Kepala desa Waimatan Mus Sili Betekeneng mengisahkan detik-detik terakhir dia masih berkoordinasi dengan Randius Rupa.
Dia mengisahkan, hujan lebat terjadi sejak Sabtu (3/4/2021) sore dan kepanikan mulai terjadi pada pukul 23.00 Wita. Hujan lebat terjadi hingga pagi hari.
Saat itu, Randius masih mengarahkan warga desa untuk mencari tempat aman agar menyelamatkan diri.
"Saya pikir gunung mau meletus. Waktu itu masih kontak dengan sekdes (Randius) untuk evakuasi warga ke tempat yang aman," kata Mus Betekeneng.
"Pak sek sempat koordinasi warga untuk selamatkan diri. Lampu padam, gemuruh besar, tapi tiba-tiba langsung stop. Saya dapat lontaran batu sekali. Saya kasi bangun ibu, saya bilang ini erupsi kita harus selamatkan diri," kenangnya.
Melalui komunikasi telepon, Randius sempat memberitahukan kalau daya ponselnya tidak bisa bertahan lama lagi.
Mus Betekeneng tidak menyangka kalau itu adalah malam terakhir dia berkomunikasi dengan saudaranya itu.
Menurutnya, Randius terkubur bersama keluarganya saat banjir dan longsor menyapu kawasan tersebut dalam sekejap.
Bencana tersebut melanda wilayah dusun 1, dusun 2 dan dusun 3 desa Waimatan.
Masih ada ratusan warga Waimatan yang bertahan di desa.
Mereka tidak bisa mengungsi ke desa tetangga karena akses jalan yang putus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bpbd-lembata-evakuasi-korban-longsor.jpg)