Aksi Heroik Sekdes Waimatan Arahkan Warga Selamatkan Diri saat Longsor NTT, Dirinya Justru Tertimbun

Waimatan bisa dibilang merupakan salah satu desa yang parah karena banjir dan longsor pada Minggu (4/4/2021) dini hari.

Editor: Hanang Yuwono
POS-KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Personil Polres Lembata, Anggota TNI, tim BPBD Kabupaten Lembata dan relawan langsung berupaya melakukan pencarian korban yang tertimbun longsor di desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Senin 5 April 2021 petang. 

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur sudah meminta kepala desa untuk mengevakuasi warga ke desa tetangga yang lebih aman. 

Bupati Sunur berujar sejauh ini baru 14 korban meninggal dunia yang ditemukan dan ada 42 korban yang belum ditemukan, kemungkinan masih tertimbun material banjir.

Sementara itu, total ada 370 warga yang mengungsi ke posko yang disiapkan pemerintah yakni di Kantor Lurah Lewoleba Timur, Lewoleba Tengah, Kantor Camat Nubatukan dan Puskesmas Waipukang.

Warga juga mengungsi ke rumah keluarga dan kebun-kebun di Parakwalang Ile Ape.

BMKG Sudah Baca Tanda Alam

Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda cuaca ekstrem.

Hal ini telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian material lainnya.

Badai yang disebut sebagai Siklon Seroja itu melanda wilayah NTT sejak Jumat 2 April 2021 dan baru mulai reda Senin 5 April 2021 pagi.

Baca juga: Kesaksian Warga Detik-detik Banjir Bandang di NTT: Nyenyak Tidur saat Hujan, Mendadak Air Bah Datang

Baca juga: Banjir di NTT, Pilunya Lorensius Semalam Bersama di Rumah, Esoknya Ibu Sudah Jadi Jenazah di Pantai

Rupanya badai yang memporakporandakan NTT itu dipicu oleh bibit Siklon Tropis 99S yang kemudian berkembang menjadi siklon di wilayah ini. 

banjir rendam rumah warga di kelurahan Batuplat dan Kelurahan Oepura, Kota Kupang, NTT.
banjir rendam rumah warga di kelurahan Batuplat dan Kelurahan Oepura, Kota Kupang, NTT. (foto: Irfan Hoi)

Dalam keterangan pers Minggu malam, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati telah menerbitkan peringatan atas potensi cuaca ekstrem yang sangat berbahaya tersebut.

Berdasarkan analisis BMKG, bibit siklon tropis 99S berada di perairan Kepulauan Rite NTT, sekitar 24 km barat daya Kupang. 

Bibit siklon tropis itu tercatat mengarah ke arah timur hingga timur laut menjauhi wilayah Indonesia.

Namun demikian, pergerakan masih lamban dan masih cukup dekat dengan daratan NTT saat menjadi siklon.

Siklon itu, menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, dinamakan Siklon Seroja sesuai urutan nama dari BMKG secara internasional.

BMKG memprediksi kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya 45 knots (85 km/jam) dengan tekanan di pusat diprediksikan sekitar 980 hPa.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved