Aksi Heroik Sekdes Waimatan Arahkan Warga Selamatkan Diri saat Longsor NTT, Dirinya Justru Tertimbun
Waimatan bisa dibilang merupakan salah satu desa yang parah karena banjir dan longsor pada Minggu (4/4/2021) dini hari.
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur sudah meminta kepala desa untuk mengevakuasi warga ke desa tetangga yang lebih aman.
Bupati Sunur berujar sejauh ini baru 14 korban meninggal dunia yang ditemukan dan ada 42 korban yang belum ditemukan, kemungkinan masih tertimbun material banjir.
Sementara itu, total ada 370 warga yang mengungsi ke posko yang disiapkan pemerintah yakni di Kantor Lurah Lewoleba Timur, Lewoleba Tengah, Kantor Camat Nubatukan dan Puskesmas Waipukang.
Warga juga mengungsi ke rumah keluarga dan kebun-kebun di Parakwalang Ile Ape.
BMKG Sudah Baca Tanda Alam
Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda cuaca ekstrem.
Hal ini telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian material lainnya.
Badai yang disebut sebagai Siklon Seroja itu melanda wilayah NTT sejak Jumat 2 April 2021 dan baru mulai reda Senin 5 April 2021 pagi.
Baca juga: Kesaksian Warga Detik-detik Banjir Bandang di NTT: Nyenyak Tidur saat Hujan, Mendadak Air Bah Datang
Baca juga: Banjir di NTT, Pilunya Lorensius Semalam Bersama di Rumah, Esoknya Ibu Sudah Jadi Jenazah di Pantai
Rupanya badai yang memporakporandakan NTT itu dipicu oleh bibit Siklon Tropis 99S yang kemudian berkembang menjadi siklon di wilayah ini.
Dalam keterangan pers Minggu malam, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati telah menerbitkan peringatan atas potensi cuaca ekstrem yang sangat berbahaya tersebut.
Berdasarkan analisis BMKG, bibit siklon tropis 99S berada di perairan Kepulauan Rite NTT, sekitar 24 km barat daya Kupang.
Bibit siklon tropis itu tercatat mengarah ke arah timur hingga timur laut menjauhi wilayah Indonesia.
Namun demikian, pergerakan masih lamban dan masih cukup dekat dengan daratan NTT saat menjadi siklon.
Siklon itu, menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, dinamakan Siklon Seroja sesuai urutan nama dari BMKG secara internasional.
BMKG memprediksi kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya 45 knots (85 km/jam) dengan tekanan di pusat diprediksikan sekitar 980 hPa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bpbd-lembata-evakuasi-korban-longsor.jpg)