Tak Hanya dari Solo, Pelanggan Es Kapal yang Melegenda Juga dari Daerah Lain, Ada dari Tangerang
Banyaknya pelangan dari luar yang kebetulan ke Kota Bengawan ingin mencicipi minuman dengan harga Rp 5.000.
Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Asep Abdullah Rowi
"Itu ada selama delapan tahunan saya seperti itu," cerita Widodo, Senin (5/4/2021).
Kemudian, pada tahun 1980, dia menetap berjualan di bawah pohon beringin, perempatan Baron, Solo.
Gerobaknya khas berwarna biru.
Baca juga: Viral Kapal Feri KMP Bili Terbalik, Penumpang dan Warga di Dermaga Panik, Ini Kronologinya
Namun, pada tahun 2016 ada pengusuran, jadi dari bawah pohon beringin Widodo memiliki tempat jualan baru di kios Jalan Bhayangkara, Panularan, Laweyan, Solo sampai saat ini.
Letaknya 100 meter dari pohon beringin baron tepatnya di depan Koramil Laweyan.
Mulai tahun 1980 - 2016, Widodo sudah berjualan di bawah pohon beringin tersebut selama 36 tahun.
Saat ditemui TribunSolo.com, Widodo sedang meracik segelas Es Kapal untuk pelanggannya.
Terlihat tangan terampil Widodo menyajikan segelas Es Kapal.
Harga Es Kapal ini terjangkau, Rp 5000.
Bahan yang digunakan untuk membuat es kapal ini yakni santan kelapa, dipadu cairan cokelat dan es serut.
Baca juga: Libur Imlek, Pusat Kuliner di Jalanan Tawangmangu Diserbu Wisatawan, Banyak Plat Nomor Luar Kota
Widodo mengaku sudah 51 tahun menggantungkan hidup pada es jualannya tersebut.
"Iya dari dulu, dari sebelum punya rumah sampai saat ini punya rumah, Alhamdulillah," ungkap Widodo pada TribunSolo.com.
Dia mengatakan, saat ini sehari omzet jualannya bisa mencapai Rp 2 juta.
Biasanya, dia menyiapkan daganganya dari pukul 04.30 WIB.
"Buka dari jam 9 pagi sampai habisnya Es Kapal," papar dia. (*)