Pergoki Maling Motor Saat Hendak Mandi, Pemilik Kejar Maling Cuma Pakai Handuk dan Bawa Balok

Pencurian kendaraan bermotor terjadi di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan pada 7 April 2021 lalu.

Tayang:
Editor: Rahmat Jiwandono
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pencuri 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Aksi pencurian sepeda motor terjadi di Jalan Kampung Melayu Kecil V RT 11/RW 11, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu (7/4/2021) sekitar pukul 04.45 WIB. 

Saat itu motor milik Rio Ardiansah (30) yang terparkir di halaman rumahnya dibawa maling. 

Namun saat akan mencuri motornya, si pemilik memergokinya. 

Baca juga: Takut Aksinya Viral, Maling Motor Ini Pilih Kembalikan ke Pemilik dan Tinggalkan Sepucuk Surat

Baca juga: Solo Raya Boleh Mudik Lokal, Pemkot Solo Siapkan Rumah Karantina: Positif Covid-19, Langsung Jemput

Saat kejadian Rio sedang bersiap mandi dan pergi ke pasar. 

“Sebelum adzan subuh saya turun mau mandi. Saya duduk dulu di tangga rumah sebentar. Saya lihat tuh orang duduk di motor. Itu orang duduknya miring,” ujar Rio saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Kamis sore.

Ia saat itu mengintip lewat jendela rumahnya. Rio saat itu sudah bertelanjang dada dan hanya memakai handuk.

“Saya teriakin. Begitu sudah setang lurus, nyala motor. Saya kejar dia,” ujar Rio.

Rio sempat menarik motornya begitu pelaku berhasil menyalakan motor. Namun, pelaku bisa kabur tancap gas.

Rio bersama tetangganya kemudian mengejar pelaku yang berjumlah dua orang. Lokasi pencurian berada di gang sempit. 

Baca juga: Nasehat Krisdayanti untuk Atta Halilintar yang Ingin Punya 15 Anak dari Aurel: Asal Mampu

Baca juga: Ramadan 2021, BI Solo Siapkan Uang Baru Rp 3,7 Triliun, Masyarakat Bisa Tukar di 194 Lokasi

Rio kemudian berteriak maling sepanjang jalan saat mengejar pelaku.

Pelaku sempat berpapasan dengan warga yang sedang ingin shalat Subuh.

“Saya kejar masih pakai handuk. Sudah enggak kepikir waktu itu. Kejar saja,” kata Rio.

Dia sempat mengambil balok yang tergeletak di sebuah tanah kosong.

Ia lalu menenteng balok dan juga sambil memegang handuknya agar tak melorot saat mengejar maling.

“Saya kejar sampai tanjakan Gang Mustajab. Saya teriak maling. Pas ngejar harapan saya Pintu depan tuh kekunci. Sudah pasti kekunci saya kan sehari-hari ke pasar,” ujar Rio.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved