Breaking News:

Absen Lawan Barito Putera, Bek Persija Ternyata Jadi Korban Gempa Malang, Begini Kondisinya

Maman Abdurahman yang ingin keluar hotel untuk menyelamatkan diri bersama para pemain lainnya justru mengalami cedera engkel yang membuatnya absen.

FERI SETIAWAN/BOLASPORT.COM
Bek Persija Jakarta, Maman Abdurrahman setelah laga melawan Sriwijaya FC di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (24/11/2018). 

TRIBUNSOLO.COM - Gempa bumi bermagnitudo 6,1 skala richter berpusat di perairan barat daya Kabupaten Malang terjadi Sabtu (10/4/2021).

Gempa ini ternyata juga membuat salah satu pemain Persija Jakarta Maman Abdurahman mengalami cedera.

Baca juga: Imbas Gempa di Malang, Bek Persija Jakarta Cedera Engkel, Tak Bisa Main Lawan Barito Putera

Bek senior Persija Jakarta itu sejatinya akan bermain saat timnya melawan Barito Putera pada babak perempat final Piala Menpora 2021, Sabtu malam di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang.

Namun, insiden terjadi ketika gempa menguncang Malang.

Maman Abdurahman yang ingin keluar hotel untuk menyelamatkan diri bersama para pemain lainnya justru mengalami cedera engkel yang membuatnya absen.

"Adanya kejadian gempa tadi membuat kami mengubah komposisi pemain di belakang. Harusnya tadi Maman main, tapi Maman saat berlari turun tangga karena ada gempa, dia ada masalah dengan engkelnya," kata pelatih Persija Jakarta, Sudirman, Sabtu (10/4/2021).

"Jadi waktu menit akhir setor nama pemain yang akan bermain, dia bilang tidak bisa bermain. Akhirnya saya mainkan Tony Sucipto di posisi Maman," sambungnya.

Malang Kembali Diguncang Gempa Pagi Ini Berkekuatan Magnitudo 5,5, Begini Penjelasan BMKG

Wilayah Malang kembali diguncang gempa bumi pada Minggu (11/4/2021) pagi ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi kembali terjadi di wilayah Malang, Jawa Timur dan sekitarnya berkekuatan magnitudo 5,5 ini terjadi pada pukul 06:54 WIB.

Baca juga: Cerita Nenek 92 Tahun Selamat dari Gempa Malang, Lompat Keluar Sesaat Sebelum Rumah Ambruk

Kejadian gempa tersebut berlokasi di 8,84 LS; 112,41 BT (80 Km Barat Daya) dengan kedalaman 98 Km.

"Pusat gempa berada di laut 80 km barat daya Kabupaten Malang," tulis situs resmi BMKG, Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Begini Kondisi Mall di Solo dan Sukoharjo Usai Gempa Malang, Getaran Terasa, Pengunjung Sempat Panik

Gempa dirasakan (Skala MMI): III - IV Kota Malang, III Pacitan, III Wonogiri, III Trenggalek, II - III Nganjuk, II - III Ponorogo, II - III Blitar, II Gunung Kidul, II Bantul, II Kulonprogo.

Sebelumnya, gempa mengguncang wilayah Selatan Jawa, pada Sabtu, (10/4/2021) pada pukul 14.00 Wib.

Berdasarkan hasil analisi BMKG gempa tektonik tersebut memiliki kekuatan 6,7M, kemudian diupdate menjadi magnitudo 6,1M.

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km," dikutip dari siaran pers BMKG.

Berdasarkan analisis BMKG dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi.

Baca juga: Viral, Video Kondisi Parkiran Solo Grand Mall usai Gempa Bumi Malang, Puluhan Pemotor Panik Keluar

Cerita Nenek 92 Tahun Selamat dari Gempa Malang, Lompat Keluar Sesaat Sebelum Rumah Ambruk

Gempa ini juga menyebabkan rumah seorang lansia berusia 92 tahun asal Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, ambruk.

Lansia bernama Bu Lima itu, seorang janda dan hidup seorang diri.

"Hasil pendataan kami, rumah Bu Lima tidak lagi rusak, tapi ambruk dan tidak bisa ditempati. Saat ini, menumpang di tetangganya," ujar Ketua Badan Rescue (Baret) Nasdem Jember, David Handoko Seto kepada SURYA.CO.ID, Sabtu (10/42021) malam.

Beruntung Bu Lima bisa menyelamatkan diri. Ketika gempa terjadi, dia keluar rumah. Tidak berapa lama, rumahnya ambruk.

David menambahkan, rumah Bu Lima merupakan rumah sederhana yang baru diperbaiki hasil program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

"Semoga segera ada bantuan untuk Bu Lima," imbuhnya.

Lompat

Lima (92) ini mengaku lompat ke luar rumahnya saat melihat rumahnya hendak roboh diguncang gempa.

Rumah nenek Lima langsung ambruk saat gempa terjadi.

Dikutip dari Kompas.com, Ketua Barisan Reaksi Cepat (Baret) Garda Pemuda Nasdem Jember David Handoso Seto menceritakan kisah nenek Lima saat gempa terjadi, Sabtu (10/4/2021).

Saat gempa 6,7 SR mengguncang, nenek Lima kala itu berada di teras rumahnya.

Warga Dusun Karanganyar, Desa Klungkung, Sukorambi, Jember tinggal sebatang kara di rumah tersebut.

Nenek Lima kala itu mendengar dan melihat rumahnya hendak roboh.

Seketika, nenek 92 tahun itu langsung lompat ke halaman rumahnya.

“Saat rumah berbunyi hendak roboh, dia terus loncat keluar, ” kata ketua Barisan Reaksi Cepat (Baret) Garda Pemuda Nasdem Jember, David Handoso Seto pada Kompas.com via telpon.

David menceritakan, saat nenek Lima berada di halaman rumahnya, lansia tersebut melihat rumahnya yang semula tegak menjadi roboh karena guncangan gempa.

Seketika, nenek Lima syok dan histeris melihat rumahnya yang nyaris rata dengan tanah.

Sejumlah tetangga nenek Lima mendatangi lansia 92 tahun ini untuk menenangkan.

Beruntungnya, nenek Lima selamat dari tragedi ambruknya rumah tersebut dan mengungsi ke rumah tetangga.

Rumah milik Kadelan (53), warga Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir, yang ambruk oleh gempa yang mengguncang Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021) siang.
Rumah milik Kadelan (53), warga Desa Jabon, Kecamatan Kalidawir, yang ambruk oleh gempa yang mengguncang Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021) siang. (Surya/David Yohanes)

Baca juga: Update Dampak Gempa 6,1 SR Malang: 7 Orang Meninggal, Puluhan Bangunan Dilaporkan Rusak

Rumah yang dihuni nenek Lima diketahui merupakan bantuan dari pemerintah dari program Rumah Tidak Layak Huni (RTH).

David menuturkan, nenek lima mengalami syok dan kini sedang ditangani oleh Puskesmas setempat.

David mengungkapkan, pihaknya sudah menghubungi BPBD Jember dan Bupati Jember agar memberikan bantuan terhadap nenek Lima.

Sebab lansia tersebut tinggal sebatang kara, tidak punya anak dan suami.

“Kami juga sudah menghubungi BPBD Jember dan bupati agar memberikan bantauan,” ucap anggota DPRD Jember itu.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 6,7 SR mengguncang Kabupaten Malang Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021).

Berdasarkan rilis yang didapat dari BMKG, kekuatan gempa dimutakhirkan memiliki amplitudo 6,1.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada kedalaman 80 km.

Guncangan gempa dirasakan sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Jadi Korban Gempa di Malang, Bek Persija Maman Abdurrahman Cedera dan Absen Lawan Barito Putera, 

Editor: Naufal Hanif Putra Aji
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved