Awal Puasa Ramadhan, Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Dua Kali : Seusai Sahur dan Jelang Maghrib

Awan panas guguran Gunung Merapi masih terus terjadi pada Selasa (13/4/2021) sore.

TRIBUNJOGJA.COM / Setya Krisna Sumargo
ILUSTRASI – Luncuran awan panas saat Gunung Merapi meletus 27 Januari 2021 meninggalkan jejak hancur dan terbakarnya vegetasi di lereng sektor barat daya gunung. Secara visual jejak itu juga bisa dilihat dari Dusun Tunggularum, Dusun Turgo, Kali Boyong, dan Kaliurang, Sleman, DIY. Foto ini diabadikan dari Kali Boyong, Jumat (29/1/2021) pagi. Foto diambil dari Dusun Tunggularum, Wonokerto, Turi dan Dusun Turgo, Pakembinangun, Sleman, DIY. 

TRIBUNSOLO.COM - Awan panas guguran Gunung Merapi masih terus terjadi pada Selasa (13/4/2021) sore.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida menjelaskan, awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 35 mm dan durasi 131 detik terjadi pada pukul 17.10 WIB,

"Jarak luncur 1.400 m ke arah barat daya. Angin bertiup ke timur laut," ujar dia, Selasa (13/4/2021).

Hanik melanjutkan, pada periode pengamatan pukul 12.00-18.00 WIB hari ini, teramati pula 1 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 1.000 m ke arah barat daya.

Gunung tampak jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 400 m di atas puncak kawah.

Aktivitas kegempaan yang terjadi pada periode tersebut di antaranya 1 kali awan panas guguran, 34 kali guguran, dan 2 kali gempa hybrid/fase banyak.

Baca juga: Seusai Sahur Puasa, Warga Balerante Klaten Lihat Merapi Semburkan Awan Panas: Mereka Tetap Tenang

Baca juga: Imbas Klaster Ponpes di Ceper Positif, Satgas Corona Klaten Siaga, Agar Tak Menyebar ke Perkampungan

Sementara, secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan, mendung, dan hujan.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan timur laut.

Suhu udara 17-23°C, kelembaban udara 68-76 persen, dan tekanan udara 836-944 mmHg.

Volume curah hujan 191 mm per hari.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya," jelasnya.

"Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap dia. (*) 

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul UPDATE Gunung Merapi, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 1,4 Kilometer Sore Ini

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved