Breaking News:

Berita Sukoharjo Terbaru

Merasa Merana, Pedagang Sate Daging Anjing di Sukoharjo Minta Solusi, Mengaku Ada Tanggungan Utang

Satpol PP Kabupaten Sukoharjo memberikan surat larangan menjual daging dan masakan dari daging anjing, ular dan biawak.

Penulis: Agil Tri | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Dok DMFI
ILUSTRASI : Anjing diikat mulutnya dan dimasukkan ke dalam karung yang sempit sebelum dijagal. 

"Mungkin kami melakukan mediasi, karena aturan ini memberatkan kami," ujarnya.

Kepala Kepala Satpol PP Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan, larangan ini sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang pembinaan dan pemberdayaan PKL.

"Kita sudah melakukan penegakan Perda, tapi sifatnya masih persuasif," jelasnya.

Kaget Aturan Pemkab

Aturan baru soal larangan menjual daging anjing dan kuliner berbahan daging anjing di Sukoharjo, membuat sejumlah pebisnis kuliner ini kaget.

Pasalnya, tanpa ada sosialisasi, mereka tiba-tiba mendapatkan surat larangan menjual daging dan olahan daging anjing dari Satpol PP Sukoharjo.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kuliner Daging Anjing Resmi Dilarang di Sukoharjo, Nekat Jualan Lapak akan Dibongkar

Salah satu dari pedagang tersebut adalah Setyo Nugroho (39), penjual Sate Gukguk Pak Kardi di Solobaru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Dia mengatakan, baru menerima surat tersebut kemarin.

"Saya dikasih surat itu, saya bingung. Karena sebelumnya gak ada sosialisasi," katanya, Kamis (15/4/2021).

Dia mengatakan, selama 15 tahun dia berjualan tidak pernah ada larangan dari Pemerintah Daerah.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved