Viral Umroh Virtual Bertarif 175 Ribu Hebohkan Warganet, Ternyata Seperti Ini Pelaksanaannya
Baru-baru ini sebuah pamflet umroh virtual sebesar Rp 175 ribu viral di media sosial.
TRIBUNSOLO.COM - Baru-baru ini sebuah pamflet umroh virtual sebesar Rp 175 ribu viral di media sosial.
Dalam pamflet tersebut tertulis jika kegiatan ini dilakukan selama 9 hari.
Baca juga: Kisah Gadis Rela Jalan Keliling Jualan Cilok, Ternyata Demi Bisa Kuliah dan Berangkatkan Nenek Umrah
Terkait viralnya kabar ini, Pegawai Bidang Marketing Travel Haji dan Umroh Al Dawood Barokah Utama, Ihsan mengatakan pelaksanaan umroh itu memang bersifat virtual.
“Jadi kita sudah susun dan buat videonya. Videonya diambil dari dokumentasi perjalanan umroh sebelum pandemi,” kata Ihsan melalui akun instagram @aldawoodbarokah
Namun, Ihsan menegaskan acara ini untuk edukasi para peserta agar mereka lebih mengetahui bagaimana gambaraan saat umroh.
Jika dilihat dari pahala umrohnya kata dia tentu tidak dapat karena umroh harus berkunjung langsung tapi kalau dilihat dari sisi mencari ilmu pasti dapat.
Video tersebut akan menampilkan perjalanan umroh mulai dari tiba di bandara sampai pemberangkatan pulang.
Baca juga: Inul Daratista Tunjukkan Piagam Hajinya, Janji akan Segera Umrahkan 65 Orang setelah Pandemi Usai
“Apa yang dijalani para peserta dari datang ke bandara, kopernya diserahkan, situasi pesawat, landing, di terminal bus, masuk hotel dan hotelnya bintang berapa kita kasih lihat termasuk ibadah umrohnya bagaimana kita jelaskan,” imbuh Ihsan.
Acara ini akan disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom dengan durasi 2,5 jam dan dijadwalkan pada 11,18, 25 April 2021 serta para peserta tidak perlu memakai pakaian umroh, cukup pakaian rapi.
Berdasarkan pamflet yang telah beredar, untuk mendaftar, para peserta bisa klik tautan bit.ly/registrasiumroh virtual atau menghubungi nomor kontak yang tercantum dalam pamflet.
Kisah Gadis Rela Jalan Keliling Jualan Cilok, Ternyata Demi Bisa Kuliah dan Berangkatkan Nenek Umrah
Setiap orang tentu memiliki caranya sendiri dalam mencari penghasilan.
Seperti halnya yang dilakukan Casinta (23), gadis bercadar asal Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.
Baca juga: Viral Wanita Traktir sang ART yang Baru Pertama Kali Makan di KFC, Ternyata Begini Kisah di Baliknya
Ia setiap hari berkeliling mendorong gerobak di sekitar desa tempat tinggalnya hingga ke Jalur Pantura dan jalan PLTU untuk berjualan cilok.
Ia biasa berjualan sejak pukul 11.00 WIB dan baru pulang sekitar pukul 17.00 WIB.