Berita Sukoharjo Terbaru

Hore! Pedagang di 5 Pasar Tradisional Sukoharjo Bakal Dapat Fasilitas Wifi Gratis

Pedagang di 5 pasar tradisional Sukoharjo bakal mendapatkan fasilitas Wifi.Lima pasar tersebut adalah Pasar Ir. Soekarno dan lain sebagainya.

Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Seorang pembeli jahe di Pasar Nguter, Sukoharjo, Selasa (3/3/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Azhfar Muhammad Robbani

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pedagang di 5 pasar tradisional Sukoharjo bakal mendapatkan fasilitas Wifi gratis.

Lima pasar tersebut adalah Pasar Ir. Soekarno, Pasar Jamu Nguter, Pasar Grogol, Kartasura dan Bekonang.

Harapannya, pedagang dan pengunjung bisa memanfaatkan wifi ini juga untuk memulai transaksi digital.

Baca juga: Daftar Harga Cabai saat Ramadan 2021 di Pasar Gagan Boyolali, Rawit Merah Rp 50 Ribu Per Kg

Sukoharjo kini mempersiapkan program internet gratis di Pasar Tradisional. 

Walaupun belum semua pasar, ada 5 pasar yang rencananya akan dijadikan percontohan tahap awal ini.

Hal ini juga untuk mendukung pembayaran non tunai atau transaksi digital.

Baca juga: Jalanan Kampus UMS Mendadak Jadi Pasar Kuliner, Diserbu Para Pemburu Takjil,yang Lewat Harus Sabar

Baca juga: Ramadan 2021, Buah Blewah di Pasar Legi Solo Diburu Warga: Penjualan Meningkat 80 Persen

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo (Disdagkop) Sutarmo mengatakan, untuk pemasangan itu pihaknya bekerjasama dengan Diskominfo Sukoharjo.

"Iya nanti dipasangi wifi di pasar tradisional," kata Sutarmo, Minggu (18/4/2021).

Pemasangan awal ini akan dilakukan di 5 Pasar Tradisional.

Lima pasar tersebut adalah Pasar Ir. Soekarno, Pasar Jamu Nguter, Pasar Grogol, Kartasura dan Bekonang.

Baca juga: Daftar Harga Cabai saat Ramadan 2021 di Pasar Gagan Boyolali, Rawit Merah Rp 50 Ribu Per Kg

Menurut dia, diluar hal untuk mendukung transaksi digital, pemasangan ini juga untuk warga pasar dan pengunjung.

Seperti diketahui, saat ini penggunaan internet sudah menjadi hal wajib bagi masyarakat.

"Ini juga untuk  menggencarkan pemulihan ekonomi secara digital," kata dia.

"Proses sedang mulai bertahap disosialisasikan dan digencarkan transaksi non tunai untuk altrenatif masyarakat,” paparnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved