Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sukoharjo Terbaru

Selain Tulang Punggung Keluarga, Pria Sukoharjo yang Dadanya Tertembus Besi, Dikenal Sosok Agamis

Kejadian nahas bikin merinding menimpa Muhammad Hasan (25) karena besi seperti mata tombak menembus dada.

Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
Kolose kondisi Muhammad Hasan (25) dadanya tertembus besi pagar berbentuk mata tombak di Dukuh Mojotegalan RT 02 RW 01, Kelurahan Joho, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Jumat (15/4/2021) pukul 17.00 WIB. Penampakan rontgen yang bersarang di dada Hasan. 

Itu terjadi pasca dirinya terkena musibah mengerikan saat membersihkan tanaman liar yang tumbuh di lantai dua rumahnya.

Warga Dukuh Mojotegalan RT 02 RW 01, Kelurahan Joho, Kecamatan / Kabupaten Sukoharjo tersebut dadanya tertembus besi menyerupai mata tombak, Jumat (15/4/2021) pukul 17.00 WIB.

Akibat itu, dirinya harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi benda solid di organ.

Operasi tersebut sudah dijalaninya, Sabtu (17/4/2021) sekira pukul 04.00 WIB, hingga kini, Hasan belum sadar.

Saudara Hasan, Alif Irfansyah menunjukkan besi sepanjang 10 cm berbentuk seperti mata tombak menembus dada Muhammad Hasan di Dukuh Mojotegalan RT 02 RW 01, Kelurahan Joho, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (16/4/2021).
Saudara Hasan, Alif Irfansyah menunjukkan besi sepanjang 10 cm berbentuk seperti mata tombak menembus dada Muhammad Hasan di Dukuh Mojotegalan RT 02 RW 01, Kelurahan Joho, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (16/4/2021). (TribunSolo.com/Istimewa)

Baca juga: Sedihnya Sang Istri, Selesai Mandikan Anak Kaget Suami Jatuh dari Lantai 2 & Dadanya Tertembus Besi

Baca juga: Kronologi Pria Sukoharjo Dadanya Tertembus Besi Mata Tombak : Darah Tak Menetes, Keluarga Histeris

Saudara korban, Alif Irfansyah (22) mengungkapkan Hasan merupakan tulang punggung keluarga kecilnya.

Ia berprofesi sebagai tukang giling bakso di Pasar Jongke, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Itu dilakukannya bersama pamannya dan sudah berjalan selama 2 tahun.

"Usaha itu (sementara) dijalankan sendiri oleh pamannya," ungkap Alif kepada TribunSolo.com.

Untuk diketahui, Hasan menggeluti usaha penggilingan bakso itu bermula dengan belajar dari kakaknya selama satu tahun.

Sebelum akhirnya, membantu pamannya menggiling bakso di Pasar Jongke.

"Dulu dia belajar di pondok pesantren," ujar Alif.

Itu menjadi penghasilan utama keluarga kecil Hasan.

Hasil keringat menggiling bakso dipakai Hasan untuk menghidupi istri dan anaknya yang masih berusia 3 bulan.

"Istrinya sekarang ibu rumah tangga," ucap dia.

Istrinya Kaget

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved