Keluarga Ini Jadi Jutawan Usai Temukan Kotak Harta Karun Kakek di Atap, Ternyata Isinya Mengejutkan
Uang itu ditemukan oleh Keith Willie, seorang ahli detektor metal dan juga pemburu harta karun yang disewa keluarga tersebut.
TRIBUNSOLO.COM -- Gara-gara menemukan harta karun sang kakek, keluarga ini mendadak jadi jutawan.
Pasalnya, mereka berhasil menemukan tempat penyimpanan yang juga harta karun sang kakek di atap rumah.
Betapa terkejutnya mereka saat membuka kotak.
Baca juga: Niat Bikin Saluran Air, Warga Bondowoso Ini Malah Temukan Harta Karun, Dapat Gelang hingga Keris
Baca juga: Jokowi Izinkan Asing Cari Harta Karun di RI, Susi Pudjiastuti Protes: Sudah Banyak Kita Kehilangan
Ternyata kotak itu berisi uang senilai lebih dari 46.000 dolar AS atau setara Rp668 juta.
Uang itu ditemukan oleh Keith Willie, seorang ahli detektor metal dan juga pemburu harta karun yang disewa keluarga tersebut.
Keluarga tersebut ingin menjual rumah yang berada di New England, Amerika Serikat (AS).
Mereka juga sudah lama mendengar rumor tentang kotak penyimpanan sang kakek, dan tak ingin menjual rumah tersebut dengan meninggalkan hal itu.
Setelah beberapa petunjuk yang Keith dapatkan salah, ia pun fokus pada atap rumah tersebut.
Seperti dikutip dari Mirror, Sabtu (24/4/2021), ia mencoba mencari benda kecil yang sedikit tidak pada tempatnya.
Setelah mencari sekitar satu jam, ia kemudian melihat tanda lilin kecil di sekitar lantai kayu dan memasukkannya ke kamera kecil untuk mengungkapkan apa yang tampak seperti kotak logam terkunci.
Kota itu dipindahkan dan Keith mencoba membukanya dengan palu. Ternyata isinya begitu mengagetkan.
“Total uang senilai 46.000 dolar AS dari tahun 1930 dan 50-an, dan beberapa di antaranya adalah sertifikat perak, dengan potensi nilai lebih besar dari harga di muka,” katanya.Uang tersebut juga berada dalam bentuk bundelan uang senilai 5.000 dolar AS.
Ia pun kemudian menyerahkan kotak penyimpanan tersebut kepada keluarga sang kakek.
Keith menegaskan bahwa kotak yang ditemukannya itu menjadi salah satu yang paling menarik, setelah kerap membantu orang menemukan benda yang hilang selama satu dekade.
Beres-beres Rumah, Pria Ini Temukan Arloji Kuno, Tak Menyangka saat Dilelang Laku Rp 500 Juta
Nasib mujur dialami orang yang menemukan arloji langka.
Konon, arloji kuno itu laku hingga setengah miliar rupiah.
Adapun arloji istimewa tersebut kini dimasukkan ke dalam daftar barang yang bakal ditawarkan dalam lelang yang diselenggarakan rumah lelang Sotheby's, New York, Amerika Serikat.
Baca juga: Pilihan Mobil Bekas Rp 60 Jutaan di Balai Lelang, Bisa Bawa Pulang Daihatsu Gran Max
Baca juga: Heboh Musala Berlapis Emas di Subang, Ternyata Ini Sosok Dibaliknya, Bukan Orang Sembarangan
Arloji yang dimaksud adalah Abercrombie & Fitch ref. 2446 Seafarer, buatan tahun 1963.
Lalu, apa yang membuat jam tangan ini menjadi istimewa?
Pertama, arloji ini merupakan produksi Heuer -bukan TAG Heuer seperti yang kita kenal sekarang.
Mengutip laman timeandwatches.com, perusahaan jam Heuer baru berganti nama menjadi Tag Heuer di tahun 1985, setelah Tag Group membeli sebagian besar saham Heuer.
Dan yang terakhir, di bagian dial arloji, tepatnya di bawah angka 12, terdapat cetakan Abercrombie & Fitch Co., pengecer AS yang berfokus untuk menjual pakaian kasual.
Arloji ini diproduksi di masa-masa kejayaan Abercrombie & Fitch sebagai penjual pakaian outdoor.
Bergabungnya David Abercrombie dan Ezra Fitch ke dalam sebuah bisnis pakaian di tahun 1900 mendorong merek yang mereka usung menjadi toko alat olahraga terbesar di dunia kala itu.
Cetakan "Abercrombie & Fitch" di bagian dial seolah menyiratkan kejayaan merek di era 50-an dan 60-an.
Toko utama A&F di Madison and 45th, New York berisi kolam renang di atap gedung, lapangan golf, lapangan tembak, perlengkapan memancing, dan pembuat arloji.
Sementara, arloji ini dirancang untuk pelanggan A&F yang memiliki hobi berburu dan memancing.
Heuer membekali Abercrombie & Fitch Seafarer dengan fungsi kronograf, case Autavia, dan indikator pasang surut.
Lalu, bagian bezel yang dapat berputar, mesin Valjoux 71 yang dimodifikasi, dan tali jam kulit yang sudah mengalami patina.
Patina adalah istilah untuk kulit kita disamak secara alami, tanpa menggunakan bahan kimia, di mana kemudian bahan tersebut menua dengan indah seiring waktu pemakaian.
Diperkirakan, Seafarer hanya dibuat sebanyak 25 buah sebelum produksinya dihentikan pada tahun 1970.
Nah, salah satu arloji Seafarer yang dilelang di rumah lelang Sotheby's ini, dulunya merupakan milik seseorang yang mencintai kegiatan outdoor.
Dia membeli arloji itu pada tahun 1962, dan menetap di Norwalk, New York.
Setelah orang tersebut meninggal dunia di tahun 1980, putranya mewarisi arloji Seafarer.
Cucu dari pemilik arloji tersebut kemudian menemukan Seafarer saat sedang membersihkan rumah.
Lelang untuk arloji Abercrombie & Fitch Seafarer ini dibuka dengan harga 35.000 dollar AS, atau sekitar Rp 502 juta.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Arloji Klasik Didapat saat Memberesi Rumah, Dilelang Rp 500 Juta dan Kompas.tv dengan judul: Keluarga Temukan Kotak Harta Karun Sang Kakek di Atap Rumah, Isinya Mengejutkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/seorang-ahli-metal-detektor-menemukan-kotak-harta-karun-yang-berisi-uang-rp668-juta.jpg)