Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo Terbaru

Supeltas di Solo Tembus 80 Orang, Satlantas Polresta Akui Rutin Beri Pelatihan Cara Atur Lalu Lintas

Satlantas Polresta Solo secara rutin mendata dan membina puluhan sukarelawan pembantu lalu lintas (Supeltas).

Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
Puluhan sukarelawan pembantu lalu lintas (Supeltas) tersebar di Kota Solo mendapatkan pembinaan dari Satlantas Polresta Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Satlantas Polresta Solo secara rutin mendata dan membina puluhan sukarelawan pembantu lalu lintas (Supeltas).

Kanit Dikyasa Satlantas Polresta Solo Uki mengatakan, jasa Supeltas yang tersebar di penjuru Kota Bengawan sangat membantu pihak kepolisan untuk mengurai kemacetan.

"Adanya Supeltas yang tak resmi, maka kita lakukan pembinaan dan pendataan di Kota Solo," ungkap dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (30/4/2021).

Dia menjelaskan, setidaknya ada 80 Supeltas yang secara rutin dibina dan diberikan pelatihan selama dua minggu.

Baca juga: Silahkan Cari Tempat Lain,City Walk Dilarang untuk Parkir Lagi, Gibran : Akan Ditata Mirip Malioboro

Baca juga: Jenderal Sudirman Solo Bersolek, Tanaman Keladi & Pucuk Merah Hiasi Tugu Pemandengan hingga Gladag

"Awalnya calon Supeltas lalukan pendaftaran dulu ke kami, barulah setelah itu kami seleksi personal dan backgroundnya," terangnya.

Supeltas dibekali dengan materi pengaturan lalulintas, mulai dari penguraian kemacetan hingga aturan penyeberangan.

"Yang resmi atributnya lengkap, mulai seragam, pluit, rompi, maset, hingga masker yang dibagian dari kepolisian," ungkapnya.

Berkaitan dengan uang pembinaan Supeltas Kota Solo, Kanit Dikyasa Satlantas Polresta Solo menyebutkan tidak ada anggaran.

"Soal itu kita lakukan penganggaran pelatihan pembinaan setiap dua minggu sekali, kalau berupa uang tidak ada," ungkapnya.

"Karena sifatnya sukarela, tapi kalau masyarakat memberikan kita tak melarang," lanjutnya.

Pihaknya menyebutkan, pembinaan ini sebagai langkah perlindungan Supeltas.

Mengingat rata-rata anggota keseluruhan merupakan berkelamin laki-laki jadi tulang punggung keluarga.

Sosok Supeltas Legend

Sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) di Kota Solo ini terbilang unik dan nyentrik sehingga mengundang perhatian pengendara.

Bagaimana tidak, gayanya bikin orang yang melihat senyum-senyum sendiri.

Dia bernama Eko Ribut (27) yang setiap saat mangkal di Jalan Dr Moewardi di kawasan Kalitan, Kotta Barat, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Saat bertugas pemuda asli Wonogiri itu tak hanya mengatur lalu lintas dengan lihainya di persimpangan bak petugas.

Tetapi diwarnai berjoget-joget di tengah jalan, dia juga menyanyikan lagu melalui saluran head-nya dengan sangat menikmati

Mari lebih dekat dengan Eko Ribut yang selama ini melegenda di Solo?

Baca juga: Viral Emak-emak Bak Raja Jalanan, Berhenti dan Asyik Ngobrol Santai di Tengah Jalan

Baca juga: Kisah Mbah Saminem 23 Tahun Jual Nasi Liwet di Solo Baru : Berkali-kali Ada yang Borong, Sejam Ludes

Dia mengaku mengawali karinya di Kota Solo sebagai Supeltas sejak tahun 2005.

“Seusai SMA saya tahun 2005 langsung pindah ke Solo dari Wonogiri dan pindah ke rumah budhe di Kalitan Solo,” ujar Eko kepada TribunSolo.com Rabu (28/4/2021).

Dirinya mengatakan memiliki keturunan dan keluarga di Solo, sehingga dirinya berinisiasi untuk merantau kembali ke kota.

"Sebenarnya saya lahir di Solo, tapi tinggal sekolah di Wonogiri terus saya punya budhe di Kalitan sini," ujarnya.

Dirinya mengaku sejak duduk dibangku sekolah dasar tengah bercita-cita menjadi seorang polisi.

"Dari 2005 saya pindah ke Solo dan langsung kepikiran untuk menjadi pengaman lalu lintas di sekitar tempat budhe," katanya.

Adapun rumah budhenya terletak di kawasan Jalan Kalitan RT 02 RW 1.

Dari awal menjadi supeltas, dirinya mengaku sudah mangkal di Kalitan untuk mengatur satuan lalu lintas.

Ia mengaku sangat senang menjadi seorang supeltas dan bisa berkontribusi untuk keamanan lalu lintas di Solo.

"Senang banyak teman, banyak yang kenal, orang-orang viral, dan asik saja bisa membangun relasi," katanya.

Makin Terkenal

Dirinya mengaku semenjak menjadi Supeltas di kawasan tersebut semakin banyak dikenal oleh masyarakat luas dan banyak di Solo.

"Bahkan katanya saya disebut ikonnya kota Solo, kalau saya tidak ada ya supeltas tidak seru, saya sering banyak di minta wawancara juga oleh Youtuber,” paparnya.

Baca juga: Kisah Mbah Saminem 23 Tahun Jual Nasi Liwet di Solo Baru : Berkali-kali Ada yang Borong, Sejam Ludes

Baca juga: Marak Kendaraan Pelat Hitam Jadi Travel Gelap Saat Lebaran, Sanksi Tilang dan Armada Ditahan

Yang unik dari Eko, dirinya sering kali ketika bertugas mengamankan lalu lintas selalu nyentrik dan mengundang perhatian.

Tak jarang dirinya melakukan pengamanan sambil bersiul, bernyanyi dan berjoget.

"Ya sebenarnya saya orang nya suka yang asik-asik tidak bisa kalau hanya diam apalagi sampai spaneng, jadi enjoy aja,"katanya.

Adapun motivasi Eko adalah semata-mata untuk menghibur pengendara.

"Jadi semua para pengemudi motor atau mobil bisa senang, termasuk saya bisa mengekpresikan diri juga," katanya

Meski terkadang lagu yang dinyanyikan tidak begitu jelas, dan seseskali dia nyanyikan lagu yang dikarangnya sendiri secara spontan.

"Saya senang nyanyi, joget, breakdance dan juga aksi kapuera, saya ingin tunjukan sambil berjaga mengatur lalu lintas," katanya.

Selama 16 tahun dirinya mengaku tidak pernah merasa bosan atau jenuh melakoni profesinya.

"Kalau saya tidak ada, masyarakat disini pada ramah, banyak yang nyapa banyak yang nurut dan banyak warga masyarakat yang mendukung," paparnya.

Sehari hari dirinya enjoy mengingatkan warga yang melanggar rambu lalu lintas.

"Banyak saya temukan warga atau pengemudi yang tidak taat lalu lintas dikawasan ini," katanya.

Menurutnya masih banyak warga kota Solo yang, melanggar rambu lalu lintas.

Selama menjadi Supeltas yang nyenrik dengan gaya berbeda tak hanya apresiasi yang ia dapatkan.

Pernah Dianggap Gila

Eko mengaku pernah digosipkan atau diperbincangkan sebagai orang gila.

Mengingat aksinya berjoget, dianggap tak wajar seperti supeltas pada umumnya yang mengatur jalanan dengan biasa.

Dia bahkan tak berkecil hati apalagi sakit hati dengan anggapan orang lain seperti itu.

"Saya sih biasa aja tidak masalah, mau orang bilang saya gila atau tidak waras, itu kan mereka tidak tahu saya sebenarnya," katanya.

Menururnya, pihak kepolisian dalam hal ini satuan lalu lintas mendukung aksi Eko untuk menghibur sambil mengamankan jalanan.

Baca juga: Pilu Mahasiswa IAIN Solo, Sudah Tak Bisa Pulang ke Indramayu, Rekening Bank Miliknya Dibobol Hacker

Baca juga: Supeltas di Salatiga Jadi Korban Kecelakaan saat Atur Jalan, Begini Kronologinya

"Saya hanya buat asik saja, mereka menerima dan inilah gaya serta karakter saya, yang penting tugasnya terlaksana," ujarnya.

Disamping itu, Eko katakan menjadi supeltas adalah panggilan jiwa dan tidak memandang materi.

"Mau ada yang ngasih alhamdulillah, tidak pun alhamdulillah saya bersyukur rezeki bisa berupa apa saja dari hal yang tidak diduga," tuturnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved