Berita Sukoharjo Terbaru
Kisah Mbah Saminem 23 Tahun Jual Nasi Liwet di Solo Baru : Berkali-kali Ada yang Borong, Sejam Ludes
Ada kisah dari pinggiran Kabupaten Sukoharjo dari sosok orang tua yang setia terhadap pekerjaanya.
Penulis: Azfar Muhammad | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Azhfar Muhammad Robbani
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ada kisah dari pinggiran Kabupaten Sukoharjo dari sosok orang tua yang setia terhadap pekerjaanya.
Dia adalah Saminem, penjual nasi liwet yang biasanya mangkal di kawasan Pandawa, Jalan Ir Soekarno Solo Baru.
Meski raganya, kulitnya sudah keriput dan rambutnya putih beruban, semangat nenek berusia sekira 80 tahunan itu sangatlah tinggi melebihi tenaga kaum muda.
Ogah minta belas kasihan apalagi minta-minta, Mbah Saminem setia bekerja untuk menghidupi keluarganya.
Bahkan banyak akun medos yang berulangkali memposting foto-fotonya atau story kesehariannya mengumpukan pundi-pundi dari nasi liwet buatannya.
Baca juga: Viral Wanita Menolak Takjil Gratis karena Tak Ingin Serakah, Ternyata Begini Kisah di Baliknya
Baca juga: Pesan Kakek Viral Penjual Bakso di Solo Kepada Pembelinya, Tidak Boleh Manja dan Selalu Bersyukur
Ternyata Mbah Saminem bermukim di kawasan Tlobong RT 02 Kelurahan Lanarjo, Kecamatan Grogol atau tidak jauh dari tempat dia jualan.
Adapun TribunSolo.com diperkenankan berbincang saat mendatangi rumahnya untuk mengulik kisah perjuangannya.
"Sudah 23 tahun saya berjualan nasi liwet di pinggiran jalan, sejak tahun 1998," kata dia kepada TribunSolo.com Rabu (28/4/2021) malam kala tak berjualan.
Sebelum berjualan nasi liwet Saminem mengaku pernah berjualan makanan olahan seperti ketan, kelepon, dan lauk keliling.
"Yo saya melaku (jalan) digandong makanannya, terus ditawarkan ke warga warga sekitar sambil jalan kaki," ujarnya.
Setelah kurang lebih 5 tahun dirinya memutuskan untuk berjualan nasi liwet dan membuka lapak di pinggir jalan.
"Ya saya menetap dan tidak berpindah-pindah jualannya dari awal,"aku dia.
Semenjak berjualan nasi liwet dirinya mengaku selalu mendapatkan penghasilan yang cukup, alhasil dia senang melakoni.
Saat ditanyai penghasilan dan harga awal pada saat awal berjualan dirinya mengaku tidak mengingatnya.