Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Maryadi Wowok Sebut 60 Persen Kader PAN akan Masuk Partai Ummat, KTA Segera Dibuat

Loyalis Amien Rais dari Solo, Maryadi Wowok mengatakan, sejumlah Kader PAN di Solo akan bergabung ke Partai Ummat.

Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Agil Tri
TribunSolo.com/Istimewa
Kolose bendera PAN dan sosok Maryadi Wowok menggunakan kaus Partai Ummat. 

Itu didasarkan survei yang dilakukan Litbang Kompas mulai 27 Desember 2020 hingga 9 Januari 2021.

Dalam hasil survei Litbang Kompas, elektabilitas PAN berada di angka 0,8 persen.

"PAN semakin ditinggalkan oleh warga Muhammadiyah, basis utama mereka. Kehadiran Partai Ummat akan semakin menggerus suara PAN," ucap Hakim.

Dikatakan, melompatnya dukungan warga Muhammadiyah ke Ummat berpotensi membuat akar kultural PAN hilang.

"Tanpa dukungan warga Muhammadiyah, PAN kehilangan akar kulturalnya, menjadikannya partai mengambang atau catch all party," ujar Hakim.

"Jika Partai Ummat benar-benar berhasil menarik mayoritas warga Muhammadiyah, maka PAN tidak hanya kehilangan suara pemilih, tapi juga kader-kader yang menyeberang," imbuhnya.

Bila itu terjadi, PAN hanya akan menjadi partai medioker dalam kancah perpolitikan Indonesia.

"PAN terancam menjadi partai medioker. Jika tidak mampu mempertahankan pendukung tradisional-nya, sulit bagi PAN untuk bertahan di parlemen," jelasnya.

Ke Mana Gerbong 212?

Gerbong alumni PA 212 dan oposan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan partai yang didirikan Amien Rais, Ummat.

Sebut saja, mantan Ketua Garda 212 Ustaz Ansufri Idrus Sambo, Neno Warisman, Buni Yani, dan MS Ka'ban.

Menurut Pengamat Ketatanegaraan dan Politik Universitas Negeri Sebelas Maret  (UNS) Solo, Agus Riewanto, bergabungnya orang-orang tersebut, bisa membuat Partai Ummat menjadi kanal atas suara-suara mereka.

Apalagi semenjak Prabowo Subianto yang digadang-gadang memimpin rombongan oposisi merapat ke kubu Jokowi.

"Alumni 212 kecewa harapan ke Prabowo buyar karena (Prabowo) menjadi bagian dari kekuasaan," jelas dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (1/5/2021).

Amien Rais dan banyak tokoh deklarasi secara resmi Partai Ummat pada Kamis 29 April 2021.
Amien Rais dan banyak tokoh deklarasi secara resmi Partai Ummat pada Kamis 29 April 2021. (TribunSolo.com/Istimewa)

Baca juga: Partai Ummat Resmi Dideklarasikan, Pengamat Politik UNS : Loyalis Amien Rais di PAN Tengah Diuji

Baca juga: Amien Rais Resmi Deklarasikan Partai Ummat, Ini Kondisi Kantor PAN Sukoharjo : Normal Seperti Biasa

Keinginan mendirikan partai pun muncul dalam benak para alumni PA 212 untuk mengorganisasi suara-suara mereka.

Namun, itu arang terwujud sebelum adanya Ummat.

"Mungkin Amien Rais dalam rangka mengkanalisasi 212, harapannya bisa masuk ke tubuh Partai Ummat," ucap Agus.

Meski begitu, itu masih membutuhkan usaha lebih.

Mengingat para alumni PA 212, masih menjunjung tinggi Rizieq Shihab sebagai pimpinan mereka.

"(Belum tentu bisa) meraih semua tokoh alumni PA 212. Rizieq masih menjadi tokoh berpengaruh bagi mereka," ujar Agus.

"Mereka ingin dipimpin Rizieq bukan Amien Rais. Tapi, Rizieq masih bermaslah hukum," imbuhnya.

Daya pikat Amien dinilai sudah tidak sekuat dulu ketika momen 1998, karena menurut dia bukan sebagai eranya.

"Ini sudah beda karena momentum atau aura Amien Rais sudah cukup," terang dia.

"Tahun 1998, auranya tinggi, tapi ke sini, ini bukan zamannya Amien Rais," ujarnya.

Puji Amien Rais

Tokoh Mega Bintang Mudrick SM Sangidu memuji Amien Rais yang berani mendeklarasikan Partai Ummat.

Mudrick yang juga Eks Koordinator Relawan Prabowo-Sandi Solo Raya mengaku, menilai berdirinya Partai Ummat ini lahir dari inisiasi tokoh hebat.

“Amien Rais adalah tokoh yang sangat luar biasa dan inisiator berpengaruh dengan inisiasi mengusung partai baru ini,” kata dia kepada TribunSolo.com (1/5/2021).

Bahkan dia memprediksi hadirnya Partai Ummat yang dibuat mantan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN) itu, akan menggoyah partai lain karena bakal besar dengan orang-orang berpengaruh di dalamnya.

Sebut saja selain Amien Rais, ada Neno Warisman, MS Kaban hingga Ustaz Ansufri Idrus Sambo yang selama ini dikenal dekat dengan kubu Prabowo saat Pilpres 2019.

"Besar kemungkinan dan pasti ada perpecahan (PAN)," terang dia.

Menurutnya melihat dari dari prinsip gebrakan yang dilakukan Amien Rais banyak yang mendukung dan menjadikan kiblat untuk melawan kedzoliman.

Mengingat lanjut dia, banyak partai pokitik yang beroposisi dan pro kepada pemerintah, sehingga Amien menginisiasi partai baru.

“Saya rasa umat Islam kritis dan mulai tertarik, bagus juga ya," aku dia.

Baca juga: Tak Gusar Amien Rais Resmi Dirikan Partai Ummat, PAN Sragen Sambut Sukacita, Sebut Bisa Kolaborasi

Baca juga: Ada Amien Rais di Balik Partai Ummat, PAN Karanganyar Yakin Tak Ada Perpecahan & Pembelotan Kadernya

Ke Mana Kader Muhammadiyah?

Disamping itu Mudrick melihat potensi dengan berdirinya partai anyar ini akan membuat gusar simpatisan dan kader partai lainnya yang satu ideologi.

“Mungkin dari pihak simpatisan, kader atau warga Muhammadiyah banyak yang pro dan mendukung inisiatif Amein Rais,  termasuk politisinya," papar dia.

“Ke depan saya prediksi partai ini akan membesar dan saya bertaruh banyak pengikut sebelumnya dari Partai PAN mengikuti jejak Amein Rais,” ujarnya.

Terlebih selain menjadi tokoh reformasi dan salah satu pendiri PAN, Amien Rais menurut dia salah satu tokoh muslim dan pernah jadi orang nomor satu di Muhammadiyah.

“Masa Muhammadiyah kan banyak, misal Partai PPP (P3) ada umat Nahdiyin, pasti banyak nanti ke depan yang turut mengembangkan lahirnya partai ini,” katanya.

Akhir kata, Mudrick mengaku mengucapkan selamat kepada Amien Rais dengan partai barunya dan tetap memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Bukan hanya mendukung, saya mengucapkan selamat kepada Partai Ummat, semoga sukses terus,” harap dia.

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved