Berita Boyolali Terbaru
Gandeng Gramedia, SMA Negeri 1 Andong Boyolali Kini Punya Perpustakaan Digital : Bisa Akses via HP
SMA Negeri 1 Andong Boyolali bekerja sama dengan Gramedia Solo Square meluncurkan program perpustakaan digital yaitu “Smart Library”.
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - SMA Negeri 1 Andong Boyolali bekerja sama dengan Gramedia Solo Square meluncurkan program perpustakaan digital yaitu “Smart Library”.
Perpustakaan digital ini diharapkan mampu membantu siswa dan guru dalam mengakses bahan bacaan yang berkualitas tanpa terbatas ruang dan waktu.
Baca juga: Ajak Masyarakat Solo Rajin Berolahraga, Gramedia Slamet Riyadi Solo Adakan Bicyle Exhibition
Perpustakaan digital ini bisa diakses 24 jam hanya melalui ponsel masing-masing siswa dan guru.
Keterbatasan selama masa pandemi tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk mengesampingkan mutu pendidikan.
Kebiasaan membaca menjadi sebuah hal yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
Kehadiran Smart Library ini kedepannya diharapkan mampu menjaga mutu tersebut.
Smart Library adalah inovasi untuk menjawab tantangan di masa pandemi dengan teknologi dan kualitas yang mumpuni.
Terdapat ribuan E-book dari 700 lebih penerbit yang bekerja sama dengan Gramedia yang dapat dipilih sendiri oleh pustakawan sekolah yang sesuai dengan visi dan misi sekolah.
Sebagai salah satu sekolah yang menyadari hal tersebut, SMA N 1 Andong Boyolali menjadi contoh institusi pendidikan di Boyolali yang berkomitmen memberikan pendidikan terbaik untuk masyarakat Boyolali.
Diharapkan semakin banyak institusi pendidikan yang menyadari hal ini dan turut serta dalam memanfaatkan Smart Library di masa pandemi ini.
Adanya smart library ini mengingat pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) oleh sekolah-sekolah masih diberlakukan sejak awal pandemi masuk ke Indonesia sampai hari ini.
Pembelajaran tatap muka dicanangkan akan berlangsung pada Juli mendatang, meskipun kepastiannya belum bisa dibilang seratus persen.
Kendati demikian, sekolah tidak bisa hanya tinggal diam, menanti kapan guru dan siswa bisa kembali melakukan kegiatan belajar mengajar seperti dulu lagi.
Siswa yang belajar dari rumah tetap membutuhkan literasi yang memadai, baik untuk penunjang kegiatan belajar daring, maupun untuk menjaga minat mereka terhadap literasi.
Alih-alih siswa terlalu nyaman belajar dari rumah, mereka tidak lagi familiar dengan keberadaan buku yang dulu selalu mereka bawa-bawa setiap ke sekolah.