Insiden di Kedung Ombo Boyolali

Sisi Lain Waduk Kedung Ombo: Ramai Didatangi saat Sura dan Muharram, Ternyata Ini Tujuan Pelancong

Ada fakta terkait Waduk Kedung Ombo, bila Anda pernah berwisata ke sana, mungkin menemui sebuah bangunan kecil mengapung.

Editor: Hanang Yuwono
(KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)
Makam Nyi Ageng Serang berada di tengah Waduk Kedung Ombo (WKO), Sabtu (7/7/2018). 

TRIBUNSOLO.COM -- Waduk Kedung Ombo (WKO) yang baru saja mengukir tragedi memiliki banyak sisi lain.

Waduk Kedung Ombo belakangan jadi perhatian, tak lepas dari tragedi perahu terbalik pada Sabtu (15/5/2021) siang yang mengakibatkan sejumlah korban tewas tenggelam.

Baca juga: DAFTAR 9 Korban Tewas Perahu Terbalik di Kedung Ombo : 5 Orang dari Juwangi, 4 Orang Asal Grobogan

Baca juga: Korban Terakhir Perahu di Kedung Ombo Ditemukan Habis Subuh, Atas Nama Niken,Total 9 Orang Meninggal

Selama ini, Waduk Kedung Ombo memang jadi primadona warga sekitar untuk melepas penat.

Destinasi wisata ini menyajikan pengalaman liburan yang menarik, sehingga saat libur lebaran banyak masyarakat antusias berwisata di tempat satu ini.

Ada fakta terkait Waduk Kedung Ombo, bila Anda pernah berwisata ke sana, mungkin menemui sebuah bangunan kecil mengapung.

Makam Nyi Ageng Serang berada di tengah Waduk Kedung Ombo (WKO), Sabtu (7/7/2018).
Makam Nyi Ageng Serang berada di tengah Waduk Kedung Ombo (WKO), Sabtu (7/7/2018). (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Di tengah Waduk Kedung Ombo (WKO) tepatnya di Dusun Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah terdapat sebuah bangunan kecil mengapung.

Di samping kanan kiri pintu masuk utama bangunan itu terpasang dua bendera Merah Putih.

Bangunan kecil tersebut diketahui merupakan makam Nyi Ageng Serang, seorang pahlawan nasional Indonesia. Nyi Ageng Serang bernama asli Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi.

Ia merupakan anak Pangeran Natapraja yang menguasai wilayah terpencil dari Kerajaan Mataram tepatnya di Serang yang sekarang wilayah perbatasan Sragen - Grobogan.

Letaknya yang mengapung di tengah-tengah waduk membuat makam ini menjadi destinasi wisata religi bagi wisatawan.

Makam ini selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap Sura dan Muharram.

Mereka tidak hanya datang dari dalam, namun juga dari luar negeri, seperti Belanda.

Wisatawan yang datang ke makam terbuat dari papan kayu berukuran sekitar 12 x 8 meter tujuan utamanya adalah untuk berziarah.

Karena berada di tengah-tengah waduk, maka akses utama menuju makam tersebut harus menggunakan perahu.

Perahu ini telah disiapkan warga di bibir WKO. Perjalanan menuju makam membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved