Warga Lombok Teriak Protes, saat Masyarakat Diminta Putar Balik, tapi Konvoi Moge Lolos Penyekatan
Kejadian ini viral di media sosial dan dikritik banyak wargnet, sehingga muncul anggapan aparat kepolisian pilih kasih dalam menegakkan aturan.
TRIBUNSOLO.COM - Sejumlah warga di Lombok Tengah teriak protes.
Kejadian ini viral di media sosial dan dikritik banyak wargnet, sehingga muncul anggapan aparat kepolisian pilih kasih dalam menegakkan aturan.
Salah satu warga Lombok Tengah, Dhony Anshory, mempertanyakan apakah ada perlakuan khusus terhadap pengendara moge, sehingga bisa masuk ke kawasan wisata.
Dia mengaku kecewa karena masyarakat kecil justru diminta putar balik saat mendekati kawasan wisata, sementara rombongan moge itu dengan mudah masuk ke kawasan wisata.
"Kenapa kalau orang miskin, masyarakat biasa, harus putar balik, kok mereka dengan gagahnya bisa lolos masuk kawasan wisata, mestinya aturan harus ditegakkan, mestinya tidak ada yang dianakemaskan, bukan rakyat kecil saja yang harus menaati peraturan itu," kata Dhony Anshory, saat diwawancarai di Lombok Barat, Senin (24/5/5/2021).
Dhony mengatakan, dirinya melihat langsung rombongan moge yang awalnya memasuki kawasan wisata Sekotong, Lombok Barat, melintas di sepanjang jalur Pantai Mekaki, dan langsung menuju Kuta Lombok Tengah.
Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email
Baca juga: Misterius, Komposer Musik Gereja Yulius Panon Tiba-tiba Hilang, Padahal Mau Buat Konser di Solo
"Kebetulan rumah saya di sekitar lokasi dan saya sendiri yang merekam kejadian itu, Harley Davidson melintasi kawasan Sekotong, Lombok Barat, mereka berputar ke Mekaki dan menuju Kuta," kata dia.
Dhony menilai aturan tetap harus ditegakkan meski dengan alasan apapun, baik itu promosi pariwisata ataupun telah dapat izin memasuki kawasan tersebut.
"Kenapa kalau orang miskin, masyarakat biasa harus putar balik, kok mereka dengan gagahnya bisa lolos masuk kawasan wisata, mestinya aturan harus ditegakkan, mestinya tidak ada yang dianakemaskan, bukan rakyat kecil saja yang harus menaati peraturan itu," kata dia kecewa.
Kekecewaan Dhony juga termuat di media sosial Facebook miliknya dengan akun Dhony Anshory EF, yang mengkritisi dibebaskannya rombongan moge tersebut masuk kawasan wisata dari Sekotong, Lombok Barat menuju pantai Kuta, Mandalika Lombok.
Baca juga: Viral Lamborghini Masuk Kampung, Ini Sosok Crazy Rich Pemiliknya, Kaya Berawal Jualan Pecel Lele
Dia mengunggahnya pada tanggal 22 Mei 2021 pukul 11.01 Wita.
"Haloooooo Apa kabar rakyat miskin yang hendak berwisata akan tetapi di suruh putar balik ??? kalo mau berwisata tanpa hambatan, Beli Moge doonngg !!" tulis Dhony distatusnya dengan emoticon tertawa.
Ikhsan Ramdhany, warga Lombok Tengah lainnya menyayangkan terjadinya kejadian itu.
Dia mempertanyakan mengapa saat kawasan wisata ditutup, rombongan moge itu bisa bebas masuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/warga-di-lombok-protes-konvoi-harley.jpg)