Warga Lombok Teriak Protes, saat Masyarakat Diminta Putar Balik, tapi Konvoi Moge Lolos Penyekatan

Kejadian ini viral di media sosial dan dikritik banyak wargnet, sehingga muncul anggapan aparat kepolisian pilih kasih dalam menegakkan aturan.

Editor: Ilham Oktafian
(Komunitas Komunitas RGOG)
Komunitas Road GlIde Owner Group RGOG menjajal jalur kawasan Sekotong Lombok Barat menuju Selong Belanak Lombok Tengah dan berhenti di Kuta Mandalika Lombok Tengah. 17 orang mengunakan Moge Harley Davidson tertinggi di kelas Moge seharga 1,4 hingga 1,9 Milyar. 

"Ada apa ini, padahal ditutup kok bisa Harley Davidson masuk. Atau apakah Harley ini orang hebat, dan masyarakat miskin hingga dilarang," kata Ramdhani.

Dia kecewa rombongan moge itu bisa menikmati kawasan wisata Kute Lombok Tengah sementara warga dilarang karena kawasan itu ditutup di masa pandemi Covid-19 ini.

Penjelasan polisi

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho mengatakan, rombongan moge itu melewati dua kawasan, Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Pihaknya juga kaget ada rombongan Harley Davidson masuk kawasan Lombok Tengah.

"Kami minta mereka putar balik, jadi mereka putar balik di Labulia, perbatasan Lombok Barat dan Lombok Tengah, mereka tidak lewat jalur tengah atau jalan by pass Bandara atau tidak lewat pos sekat. Mereka distop anggota di pos sekat Labulia akhir, ya mereka lewat Sekotong," ujar Esty.

Konvoi yang jumlahnya lebih dari 10 moge ini menuju jalur Sekotong, Lombok Barat, namun karena dihalau oleh petugas mereka melewati kawasan Selong Belanak, Lombok Tengah.

Mereka disebut melewati Prabu, dan tak ada penjagaan di kawasan tersebut, karena yang dijaga atau disekat adalah jalur poros menuju obyek wisata.

Baca juga: Sopir Ditemukan Tewas di Kamar Kontrakan, Sebelum Tewas Sempat Teriak: Aku Kayaknya Mau Mati

"Rombongan ini kemudian menghindari pos sekat yang di Sengkol, Batujai dan Bundaran Mong dan masuk melewati turunan atau simpang Kuta dan langsung masuk lokasi Mandalika. Nah, di sana mereka menunjukkan surat dan telah mengajukan izin dari ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) pada sekuriti, makanya mereka dikasih masuk," ujar Esty.

Alasan mereka masuk untuk kegiatan survei lokasi untuk acara bakti sosial (Baksos).

Mendengar hal itu Esty mengaku langsung menuju kawasan Kute Lombok Tengah, menemui rombongan tersebut.

"Mereka menunjukkan hasil swab dan alasan mereka ke lokasi untuk survei kegiatan bakti sosial (bakti sosial), meski demikian karena ini kontra produktif, sehingga saya suruh mereka putar balik. Jangan sampai dipelintir, dianggap Polres Lombok Tengah mengizinkan mereka masuk ke tempat tempat wisata," Kata Esty.

Esti mengatakan, rombongan Harley ini diminta kembali melewati jalur by pass, agar melewati pos sekat, untuk memastikan dan bisa mengontrol mereka keluar dari Lombok Tengah tidak masuk ke tempat lain.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Protes Konvoi Moge Lolos Penyekatan dan Masuk Kawasan Wisata, Warga: Kenapa Orang Miskin Harus Putar Balik", Klik untuk baca:

https://regional.kompas.com/read/2021/05/24/151659378/protes-konvoi-moge-lolos-penyekatan-dan-masuk-kawasan-wisata-warga-kenapa?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved