Geger Varian Mutasi Covid-19 Baru, Pemerintah Yakin Vaksin Ampuh Lawan Varian Baru

kurva kenaikan Covid-19 terus meningkat secara signifikan, cermati beberapa gelaja Covid-19 mutasi baru

Editor: Azfar Muhammad
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Berikut ini update jumlah pasien virus corona secara global per Senin (18/5/2020) pagi. 

"Jika Anda khawatir dengan gejala, carilah bantuan medis."

Baca juga: Presiden Jokowi Panggil Jajaran Pejabat DKI Jakarta : Untuk Tekan Kasus Covid-19 & Kebut Vaksinasi

Pemerintah Yakin Vaksin Ampuh Lawan Virus Varian Baru

Pemerintah meyakini bahwa vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia sekarang ini masih ampuh melawan varian delta virus Corona B1617.2 yang tersebar di sejumlah daerah.

Efektivitas vaksin yang digunakan di Indonesia baik itu Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, dan lainnya di atas 50 persen.

"Secara keseluruhan, sekarang ini masih. Karena efektivitas di atas 50 persen masih terpenuhi," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, (15/6/2021).

Terkait varian virus baru tersebut, Wiku mengatakan bahwa pada prinsipnya setiap virus pasti akan mengalami mutasi. Virus melakukan mutasi untuk bertahan hidup.

Baca juga: Buntut Klaster Kudus, Pesta Nikah di Wonogiri Dilarang & Wisata Ditutup, Nekat Urus KTP Tak Dilayani

"Dan proses mutasi dia, bisa berlangsung terus menerus apabila potensi untuk menular tersedia. Atau penularan tetap terjadi," katanya.

Para ahli kesehatan di dunia, kata Wiku terus melakukan penelitian terhadap mutasi virus yang terjadi. Termasuk efektivitas vaksin yang dikembangkan terhadap virus Corona yang bermutasi.

"Penelitian lebih lanjut harus selalu dilakukan agar vaksin yang dipakai adalah vaksin yang efektif," katanya.

"Artinya semua akan melihat kondisi ini dan memastikan bahwa vaksinasi yang dilakukan benar-benar bisa memberikan proteksi kolektif atau herd immunity dari masyarakat yang divaksinasi," pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa varian virus Corona B1617.2 India mendominasi penyebaran Covid-19 di Kudus (Jateng), Bangkalan (Jatim), dan DKI Jakarta.

Hal itu kata Budi telah dilaporkan kepada Presiden Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (14/6/2021).

Baca juga: Jika Tertular Corona Varian Baru dari Kudus, Warga Klaten Bakal Ditempatkan di Isolasi Terpusat

"Kami juga menambahkan melaporkan juga ke beliau (Jokowi), kenapa ini penting karena beberapa daerah seperti Kudus kemudian, DKI Jakarta dan juga di Bangkalan memang sudah terkonfirmasi varian deltanya atau B1617.2 atau juga varian dari India mendominasi," kata Budi usai rapat terbatas.

Kondisi tersebut kata Budi menjadi perhatian serius. Meskipun belum terbukti lebih mematikan varian virus Corona tersebut telah terbukti penyebarannya lebih cepat.

"Karena ini penularannya lebih cepat walaupun tidak lebih mematikan," katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved