Isi Surat Albert Einstein Kembali Viral, Tertulis Prediksi Sang Ilmuwan soal Keruntuhan Israel

Dalam sebuah surat singkatnya, Einstein memperingatkan tentang malapetaka terakhir yang dihadapi Palestina di tangan kelompok teror Zionis.

Tayang:
Editor: Hanang Yuwono
BBC
Albert Einstein. 

Surat itu disahkan dan dijual di pelelangan saat muncul kembali.

Sejak itu, surat Einstein tersebut digambarkan sebagai salah satu dokumen anti-Zionis paling memberatkan yang dikaitkan dengan si ilmuwan.

Sebagai informasi, Einstein pernah berkunjung ke Palestina selama 12 hari pada 1923 untuk memberikan kuliah di Hebrew University of Jerusalem.

Itu adalah satu-satunya kunjungannya ke tanah suci.

Sebagai seorang pasifis seumur hidup, ia menyukai gerakan perdamaian global saat menulis "Manifesto untuk Orang Eropa".

Ia meminta perdamaian di Eropa melalui persatuan politik semua negara di seluruh benua.

Tidak heran Einstein tak pernah mengunjungi Israel, yang terbentuk dari laras senjata, dinamit, dan darah orang Palestina.

Israel sudah mulai runtuh?

Pemimpin partai Yemina Israel, Naftali Bennett, menyampaikan pernyataan politik di Knesset, Parlemen Israel, di Yerusalem, pada 30 Mei 2021. Kelompok garis keras nasionalis Naftali Bennett mengatakan hari ini dia akan bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dapat mengakhiri pemerintahan pemimpin terlama di negara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Pemimpin partai Yemina Israel, Naftali Bennett, menyampaikan pernyataan politik di Knesset, Parlemen Israel, di Yerusalem, pada 30 Mei 2021. Kelompok garis keras nasionalis Naftali Bennett mengatakan hari ini dia akan bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dapat mengakhiri pemerintahan pemimpin terlama di negara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. (YONATAN SINDEL / POOL / AFP)

Keruntuhan Israel tak dapat dihindari dengan jatuhnya pemerintahan negara tersebut, serta meningkatnya kekerasan akibat perang dan bencana.

Israel telah mengadakan empat Pemilu dalam kurun waktu dua tahun, yang tak mampu menghasilkan pemerintahan stabil.

Baru-baru ini, Naftali Bennet berhasil menyingkirkan Benjamin Netanyahu yang telah menjabat sebagai Perdana Menteri Israel selama 2 tahun.

Namun, suara yang diperolehnya hanya selisih tipis dengan Netanyahu.

Sebagai oposisi, Netanyahu tentu akan membayangi Bennet, mengingat ia telah lama menjabat sebagai perdana menteri.

Dilansir Tribunnews, Netanyahu dalam pidatonya, menyatakan akan menggulingkan pemerintahan Bennet yang dinilainya berbahaya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan politik di Knesset, Parlemen Israel, di Yerusalem, pada 30 Mei 2021. Kelompok garis keras nasionalis Naftali Bennett mengatakan hari ini dia akan bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dapat mengakhiri pemerintahan pemimpin terlama di negara itu. , Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pernyataan politik di Knesset, Parlemen Israel, di Yerusalem, pada 30 Mei 2021. Kelompok garis keras nasionalis Naftali Bennett mengatakan hari ini dia akan bergabung dengan koalisi pemerintahan yang dapat mengakhiri pemerintahan pemimpin terlama di negara itu. , Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. (YONATAN SINDEL / POOL / AFP)

"Jika ditakdirkan bagi kami untuk menjadi oposisi, kami akan melakukannya dengan tegar sampai kami menggulingkan pemerintah yang berbahaya ini dan kembali memimpin negara dengan cara kami," kata Netanyahu dalam pidatonya usai pemungutan suara.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved