Viral
Viral Video Kerumunan dan Joget Bareng di Sleman City Hall, Ternyata Begini Faktanya
Pengakuan Public Relations Sleman City Hall soal kerumunan dan aksi joget bareng yang viral.
TRIBUNSOLO.COM - Video yang memperlihatkan kerumunan dan aksi joget bareng viral di media sosial.
Diketahui, aksi tersebut terjadi di Sleman City Hall (SCH).
Setelah viral dan dianggap menimbulkan kerumunan, pihak pengelola yakni Public Relations SCH, Uray Dewi pun buka suara.
Menurutnya video tersebut adalah rangkaian kegiatan Neocon summer festival.
Baca juga: Usai Viral, Pasutri yang Tinggal di Kandang Ayam Ini Menangis Dapat Rumah Baru dari Polres Ogan Ilir
Baca juga: Viral Dosen Rela Coret-coret Lantai saat Kuliah Online, Ternyata Begini Fakta di Baliknya
Ini merupakan even kuliner dengan selingan kompetisi menari (dance competition).
Total jumlah peserta yang ikut kompetisi tersebut ada 20 grup, di mana tiap grup terdiri dari 4 – 6 orang.
Pelaksanaan kompetisi dimulai dari pukul 17.00 – 20.00 WIB yang diakhiri dengan malam final di hari minggu (13/6/2021) lalu.
"Sehubungan dengan pemberitaan perihal video yang beredar, kondisi saat itu sekitar 30 – 40 orang yang berada di area depan panggung. Sementara area lainnya dalam kondisi lengang, dengan antusiasme penonton maka terkesan terjadi kerumunan," terang dia, Kamis (17/6/2021).
Menurut Uray, selama acara berlangsung, pembawa acara selalu rutin mengingatkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan atau memakai handsanitizer.
Bahkan, setiap pengunjung yang datang dan memasuki area mal diwajibkan untuk mencuci tangan, petugas melakukan screening suhu tubuh, dan menyemprotkan cairan handsanitizer.
Begitu juga selama di area mal, pengunjung diwajibkan untuk selalu menggunakan masker.
Di lokasi acara, menurut dia, telah disediakan juga tempat untuk mencuci tangan, handsanitizer, serta masker cadangan bagi para pengunjung, peserta, maupun panitia.
Petugas mal secara aktif juga selalu berkeliling untuk menghimbau pengunjung mengenakan masker dan mematuhi protokol kesehatan.
"Sebelum dan setelah acara, kami secara rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk mensterilkan area. Setiap 4 jam sekali kami rutin membersihkan area dan permukaan yang sering disentuh oleh pengunjung," kata Uray.
Baca juga: Kronologi Gadis Cantik asal Sragen Loncat ke Sungai Bengawan Solo, Polisi Dalami Motifnya
Pihaknya mengaku selalu meningkatkan dan mengevaluasi penerapan protokol kesehatan guna kenyamanan dan keamanan pengunjung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/76ytg544.jpg)