Berita Klaten Terbaru

Destinasi Wisata di Klaten Bakal Ditutup, Pelaku Wisata Berharap Ada Kelonggaran

Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Klaten akan ditutup menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang membuat Klaten jadi zona merah.

Penulis: Rahmat Jiwandono | Editor: Ryantono Puji Santoso
Tribunsolo.com/Rahmat Jiwandono
Ilustrasi: Obyek wisata Rawa Jombor, Dukuh Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Rahmat Jiwandono

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Destinasi wisata yang ada di Kabupaten Klaten akan ditutup menyusul lonjakan kasus Covid-19 yang membuat Klaten jadi zona merah.

Namun, hingga kini keputusan resmi dari Pemkab Klaten ihwal penutupan tempat wisata belum terbit.

Anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kemalang, Purnomo mengaku belum mengetahui soal rencana penutupan tempat wisata.

Baca juga: Kondisi Desa Wisata Boyolayar Sragen Memprihatinkan, Akses Jalan Rusak: Tunggu Janji Bupati Perbaiki

Baca juga: Viral Gegara Nasi Putih Rp 5 Juta, Kafe di Tawangmangu Dicari Wisatawan, Penasaran Harga Menunya

"Belum tahu malahan kalau ada aturan itu," ujar Purnomo kepada TribunSolo.com, Selasa (22/6/2021).

Menurut dia, bila tempat wisata ditutup akan berdampak terhadap warga sekitar sebagai pelaku wisata.

"Mayoritas warga di sini hidupnya mengandalkan sektor wisata dan kuliner. Kalau sampai ditutup nanti kami enggak ada pemasukan dan jadi pengangguran," jelasnya.

Purnomo berharap agar pemerintah memberi kelonggaran soal penutupan wisata.

Baca juga: Ikuti Wonogiri, Destinasi Wisata di Klaten Tutup: Tapi Hanya Pada Pekan ke I dan III Saja

"Jangan ditutup total karena perekonomian di sini khususnya wisata kuliner perlahan sudah mulai bangkit," katanya.

Apabila destinasi wisata ditutup total, katanya, pihaknya hanya bisa pasrah.

"Ya kalau ditutup awal kayak dahulu lagi kami tidak bisa berbuat apa-apa," paparnya. 

Wisata Boyolayar Sragen Memprihatinkan

Kondisi Desa Wisata Boyolayar, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen kini memprihatinkan.

Selain terdampak pandemi covid-19, akses jalan menuju desa yang berada di pinggir Waduk Kedung Ombo tersebut rusak parah. 

Pengelola Desa Wisata Boyolayar, Harwito mengatakan, rusaknya jalan sudah terjadi selama setahun lebih. 

Baca juga: Kunjungi Desa Boyolayar Sragen, Wisatawan ini Dibikin Kecewa : Tak Terurus, Akses Jalan Rusak 

Baca juga: Viral Gegara Nasi Putih Rp 5 Juta, Kafe di Tawangmangu Dicari Wisatawan, Penasaran Harga Menunya

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved