Berita Boyolali Terbaru
Kasus Covid-19 di Boyolali Makin Ganas, Seminggu Terakhir Capai 760 Kasus Positif
Grafik kasus corona di Boyolali menunjukan kenaikan yang cukup signifikan. Hal itu terlihat dari data seminggu terakhir ini.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Grafik kasus corona di Boyolali menunjukan kenaikan yang cukup signifikan.
Hal itu terlihat dari data seminggu terakhir ini, ada sebanyak 760 kasus positif corona di Boyolali.
Selain itu, dalam sepekan ada puluhan tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19.
Baca juga: Penjelasan Ilmiah Dokter Tentang Corona Varian Baru, Warga Sekitar Asrama Donohudan Tak Perlu Panik
Baca juga: Pemkab Wonogiri Imbau Ibadah di Rumah Saja, Dampak Zona Merah dan Kasus Corona Terus Naik
Data DKK Boyolali menunjukan ada total 1.069 kasus aktif corona sampai saat ini.
Diketahui ada 215 pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit dan 854 pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri.
Saat ini Boyolali berada di Zona Orange.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina mengatakan, tercatat di Boyolali ada 34 klaster aktif corona.
Baca juga: Pemkab Wonogiri Imbau Ibadah di Rumah Saja, Dampak Zona Merah dan Kasus Corona Terus Naik
"Penyumbang angka paparan tertinggi berasal dari Kecamatan Boyolali Kota, Cepogo, Karanggede dan Simo," kata dia, Selasa (22/6/2021).
"Rata-rata angka terkonfirmasi positif Covid-19 sekitar 100 kasus per harinya," ungkap Ratri.
Lonjakan kasus di Boyolali terlihat sejak Minggu ke-23 dan ke-24 dimana total kasus mencapai 760 orang terpapar.
Baca juga: Cegah Penularan Corona Varian Delta, Menko Perekonomian Minta Warga Isolasi 5 Hari
Dia mengatakan, melonjaknya kasus ini juga lantaran adanya indikasi mutasi virus corona asal India.
Apalagi masyarakat saat ini masih ngeyel menggelar hajatan dan lain sebagainya.
"Terlihat dari angka ini naik dua kali lipat dari kasus paparan Januari, dan penyebarannya cenderung lebih cepat," kata Ratri.
"Dalam sepekan ini ada sekitar 20 nakes yang tertular, baik dari puskesmas, rumah sakit (RS) maupun Dinkes," imbuhnya.
Baca juga: Lacak Ada Tidaknya Corona Varian Baru di Sragen, Satgas Tunggu Hasil Pemeriksaan Sample ke Jogja
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/ratri-s-survivalina.jpg)