Breaking News:

Alasan Qodari Dorong Jokowi 3 Periode Bersama Prabowo di 2024, Biar Tak Ada Istilah Cebong & Kampret

M Qodari pun mengungkap alasan mendorong agar Presiden Joko Widodo bisa kembali maju di Pilpres 2024 dan berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Muncul wacana duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024 yang digagas M Qodari. 

TRIBUNSOLO.COM -- Wacana duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024 yang digagas Penasehat Komunitas Jokowi- Prabowo 2024 (JokPro 2024), M Qodari, menuai banyak respons kontra.

Gagasannya soal presiden tiga periode juga menuai polemik.

M Qodari pun mengungkap alasan mendorong agar Presiden Joko Widodo bisa kembali maju di Pilpres 2024 dan berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Baca juga: Ini Alasan Presiden Jokowi Pilih PPKM Mikro Ketimbang Lockdown: Keduanya Punya Esensi yang Sama

Baca juga: Muncul Wacana Presiden Jokowi Tiga Periode, Begini Tanggapan Pengamat Politik & Waketum MUI

Rupanya, ia beralasan ingin menghindari polarisasi dalam masyarakat pada Pemilu Presiden 2024 mendatang/

Menurut pendapat M Qodari, Pilpres semakin lama semakin keras dari tahun ke tahun terakhir.

Bahkan menurutnya, Pilpres terakhir-terakhir ini tidak sama dengan pemilu tahun 2004 tahun 2009. Kenapa tidak sama?

”Karena pertama, sekarang kita hidup di zaman politik identitas. Ini terjadi secara global bukan hanya terjadi di Indonesia.”

“Kedua yang juga baru adalah kita hidup di zaman medsos. Manusia sekarang hidup dalam dua dunia, dunia nyata dan dunia maya. Dunia medsos ini ternyata punya logikanya sendiri yang namanya logika algoritma biner dan itu menciptakan fenomena yang namanya ruang gema atau echo chamber,” ujar Qodari dalam Diginas Tribun Network: “Pro-Kontra Presiden Tiga Periode dan Pasangan Jokowi-Prabowo,” Kamis (24/6/2021).

Hal itu kata dia, manifestasinya terlihat di Pilpres 2019 lalu dalam wujud kategorisasi cebong dengan kampret.

M Qodari. Profil M Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer yang jadi trending Twitter, Minggu (20/6/2021), setelah syukuran Kantor Sekretariat Nasional Komunitas Jok-Pro 2024.
M Qodari. Profil M Qodari, Direktur Eksekutif Indo Barometer yang jadi trending Twitter, Minggu (20/6/2021), setelah syukuran Kantor Sekretariat Nasional Komunitas Jok-Pro 2024. (Tangkap Layar kanal YouTube Kompas TV)

Polarisasi ini telah mengakibatkan kerusuhan di 2019.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved