Berita Karanganyar Terbaru

Update Kasus Klaster Pabrik Sepatu Karanganyar, Buruh yang Terpapar Covid-19 Kini 111 Orang

Kasus klaster buruh pabrik sepatu di Jaten, Karanganyar semakin bertambah.Kini bertambah 3 kasus lagi dengan total ada 111 orang positif corona.

Penulis: Fristin Intan Sulistyowati | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Adi Surya
ILUSTRASI : Warga tengah menjalani swab test untuk memastikan terpapar Corona atau tidak di halaman Balai Kota Solo, Sabtu (18/7/2020). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kasus klaster buruh pabrik sepatu di Jaten, Karanganyar semakin bertambah.

Sebelumnya, ada 108 orang yang terpapar Corona, Rabu (23/6/2021).

Kini bertambah 3 kasus lagi dengan total ada 111 orang positif corona, sampai Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Corona Wonogiri Meledak, Pemkab Siapkan Gedung PGRI Jadi Tempat Isolasi Pasien Positif

Baca juga: Awas Kecele! Mulai Malam Ini Jalan Pandanaran Boyolali Ditutup, Ada PPKM Mikro di Tengah Corona Naik

Kepala Desa Jaten, Hargo Satoto mengatakan, penambahan kasus ini karena swab antigen tidak dilakukan serentak.

"Kemaren sore ada laporan tambahan, setelah buruh lalukan swab antigen secara mandiri," jelasnya, Jumat (25/6/2021).

Dia menambahkan, jumlah tersebut diperoleh dari pihak perusahaan yang melaporkan kepada Satgas Penanganan Covid-19 tingkat desa/kecamatan.

Baca juga: Penjelasan Ilmiah Dokter Tentang Corona Varian Baru, Warga Sekitar Asrama Donohudan Tak Perlu Panik

Setelah dari hasil swab antigen dan hasilnya positif, Kepala Desa Jaten mengatakan, buruh tersebut harus melalukan isolasi mandiri.

"Langsung isolasi mandiri, selanjutnya kita lakukan pemantauan dan tracing ke pihak keluarga," tegasnya.

Mengingat, dalam penyebaran Covid-19 ini kontak erat menjadi salah satu titik rawan penyebaran.

Sampai saat ini belum diketahui, rencana pembukaan pabrik pada Senin (28/6/2021) akan dilakukan atau tidak. 

Sarankan Lokasi Isolasi Mandiri Terpusat

Polisi wacanakan setiap pabrik di Kabupaten Karanganyar memiliki tempat isolasi terpusat.

Wacana itu muncul lantaran ada klaster pabrik sepatu di Kecamatan Jaten.

Kapolres Karanganyar AKBP Mochammad Syafii Maull mengatakan, penerapan ini dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan terhadap para karyawan.

"Seperti perusahaan menyediakan tempat sendiri, kemudian jumlah karyawan yang bekerja diatur lalu dan kordinasi Satgas Covid-19 yang ada," harapnya kepada TribunSolo.com, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: Catat!Ada Vaksinasi Massal dari TNI Polri di Boyolali untuk Warga Berumur 18 ke Atas, Ini Tanggalnya

Baca juga: Aneh Tapi Nyata, Titik Koordinat Rumah Calon Siswa Karanganyar Ada di Selandia Baru, Ini Faktanya

Dia menambahkan upaya seperti itu, untuk menekan penyebaran Covid-19 di lingkungan pabrik.

“Kita sudah sampaikan ke perusahaan, segala upaya kita lakukan agar penyebaran Covid-19 ini tidak meluas,” ujarnya,

Menurut Kapolres, jika terjadi kasus Covid-19 di perusahaan, karyawan dapat langsung isoma.

"Karena karyawan itu juga merupakan aset perusahaan, sehingga keberlangsungan kegiatan pabrik berjalan dan ekonomi masyarakat terus bergerak,” katanya.

Polres Karanganyar juga terus melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 di tingkat kecamatan, apabila adanya temuan klaster baru.

“Kami minta komunikasi harus tetap jalan. Jika terjadi kasus segera dilaporkan untuk diambil langkah secepatnya,” tegasnya.

Berkaitan dengan perusahaan yang memiliki tempat isoma secara mandiri, Kapolres Karanganyar menyebutkan ada beberapa yang sudah memiliki.

"Sudah ada, tapi kapasitas belum memadai mengingatkan jumlah setiap karyawan pabrik berbeda," jelas dia.

Asal Mula Meledaknya Jaten

Asal mula meledaknya klaster buruh di pabrik sepatu di Dusun Jumog, Desa/Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar terbongkar.

Sebelumnya ada 95 buruh yang terpapar, kini jadi sebanyak 97 orang.

Kades Jaten, Hargo Satata menjelaskan, ledakan kasus di sektor industri diduga karena ketidakjujuran salah seorang karyawan pabrik.

"Ada karyawan yang bisa dikatakan tidak jujur karena ada keluarga yang terkena Covid-19 dan masih menunggu hasil swab, tapi dia masih masuk kerja," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Ada 95 Buruh Pabrik Sepatu di Jaten Terkena Corona, Dinkes Belum Terima Daftar Mereka yang Positif

Baca juga: 95 Buruh Pabrik Sepatu di Jaten Karanganyar Positif Corona, Muncul Usai Mengeluh Batuk & Sesak Napas

Karyawan itu mulai tidak masuk kerja Kamis (10/6/2021). Itu karena hasil swab anggota keluarganya positif Covid-19.

Oleh karenanya, ia harus di-swab dan hasilnya positif Covid-19. Hasil itu didapatkannya pada Sabtu (12/6/2021).

Itu lalu dilaporkannya ke manajemen pabrik. Manajemen langsung melakukan tracing kontak erat dan dekat.

Ada sebanyak 21 karyawan yang berada dalam satu bagian dengan pasien menjalani uji swab. 13 diantaranya positif Covid-19.

Tracing kemudian diperluas dan ditemukan 10 kasus baru pada Kamis (17/6/2021).

"Tracing terus dilakukan. Total sudah ada sebanyak 745 yang sudah di-swab. 97 diantaranya positif Covid-19," kata Hargo.

"Masih ada 400-an karyawan yang hasilnya masih ditunggu. Mereka menjalani swab mandiri ataupun swab dadi pabrik," tambahnya.

Guna menekan laju penularan, Hargo menuturkan pabrik kini di-lockdown selama beberapa hari ke depan.

"Pabrik ditutup dulu selama 10 hari sambil menunggu tracking dari pabrik," ujarnya.

Komentar Dinkes

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar belum menerima data rinci nama dan alamat buruh pabrik sepatu di Jaten yang positif Covid-19.

Kepala Dinkes Karanganyar, Purwati membenarkan memang ada laporan 95 buruh pabrik sepatu yang positif, tetapi hanya data awal yang diterimanya.

“Memang betul 95 karyawan terkonfirmasi positif Covid-19," terangnya kepada TribunSolo.com, Senin (21/6/2021).

"Hanya saja siapa saja nama karyawan tersebut, sampai saat ini kami belum menerima laporan,” jelas dia menekankan.

Baca juga: Nasib 4 PKL Bermobil dari Pekalongan Positif : Batal Jualan di Solo,Malah Dibawa ke Asrama Donohudan

Baca juga: 95 Buruh Pabrik Sepatu di Jaten Karanganyar Positif Corona, Muncul Usai Mengeluh Batuk & Sesak Napas

Saat ini pihaknya sedang berkordinasi dengan Satgas Penanggulangan Covid-19 tingkat desa.

Purwati mengungkapkan, data yang dia terima sampai pukul 12.00 WIB tadi hanya jumlah yang karyawan positif Covid-19 saja.

"Untuk segera mengirimkan daftar nama karyawan yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 itu," jelasnya.

Purwanti akan melakukan pemilahan antar warga Karanganyar dan lainnya,  sehingga akan dilakukan tidak lanjut seperti tracing demi swab antingen atau PCR.

Selain itu kasus penyebaran Covid-19 telah berkembang, tidak hanya melalui kluster keluarga, klaster hajatan, tapi meluas ke klaster pabrik.

“Kami kembali mengingatkan agar menerapkan protokol kesehatan ketat,” jelasnya. 

Berstatus Zona Merah

Di lain hal, kasus Covid-19 di Karanganyar melonjak sehinghga ada 5 desa dan 2 kecamatan berstatus zona merah.

Data itu sesuai data Covid-19 Jawa Tengah untuk Kabupaten Karanganyar, pada Minggu (20/5/2021), menyatakan ada 2 kecamatan dan 5 desa masuk zona merah.

5 desa diantaranya Jantiharjo, Tawangmangu, Papahan, Pandean Tasikmadu, dan Dagen Jaten juga berstatus zona merah.

Baca juga: Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Covid-19 di Karanganyar Tembus 810 Kasus dalam Kurun Waktu 2 Bulan

Baca juga: Ambil Botol Susu Jatuh, Sopir Hilang Kendali, Daihatsu Taruna Malah Masuk ke Selokan di Tawangmangu

Serta ada 36 desa masuk zona orange, 25 zona kuning dan 44 desa zona hijau.

Purwati mengatakan, karena adanya temuan berbagi klaster Covid-19 d wilayah tersebut.

"Sekarang sudah merebah tak hanya klaster keluarga, dari klaster ibadah, wisata dan hajatan," jelasnya,.

Dia menjelaskannya masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas.

"Dari penemuan, ada saja masyarakat yang tak menggunakan masker," ujarnya.

Untuk itu Purwati menegaskan akan berupaya untuk lalukan antisipasi penekanan Covid-19 dengan melalukan tracking pasien yang telah terkonfirmasi.

"Kita fokuskan pada tracking kontak erat pasien," tegasnya.

95 Buruh Positif

Ledakan kasus Covid-19 di Kabupaten Karanganyar benar-benar terjadi, Senin (21/6/2021).

Bukan warga di permukiman, kini ada puluhan buruh di pabrik sepatu di Dusun Jumog, Desa/Kecamatan Jaten positif Covid-19, 

Kades Jaten Hargo Satoto menjelaskan, hasil swab antigen dan swab PCR yang menyasar ratusan buruh itu dilakukan mandiri oleh management pabrik, ada 95 orang positif.

Penemuan kasus Covid-19, diketahui pada lima hari lalu yakni banyak karyawan mengeluh panas, batuk dan sesak nafas.

Baca juga: Rekor Tertinggi Selama Pandemi, Covid-19 di Karanganyar Tembus 810 Kasus dalam Kurun Waktu 2 Bulan

Baca juga: Kisah Pembantu di Ngringo Karanganyar, Tertular Covid 19 Setelah Mengeroki Majikannya

"Karyawan yang positif Covid-19 berasal bukan hanya dari daerah Jaten," jelasnya kepada TribunSolo.com.

Hasil penelusuran Satgas Covid-19 Desa Jaten, menyatakan karyawan yang berstatus positif wajib isolasi mandiri (isoma) di rumah atau kos.

"Ada sekira 11 karyawan lakukan isoma di kos dekat pabrik dan sisinya di rumah masing-masing menyebar di berbagai daerah," jelasnya.

Dia menjabarkan, karyawan yang lakukan isolasi berasal dari wilayah Jaten, Kabupaten Sukoharjo, hingga hampir semua wilayah Karanganyar.

"Satgas Desa melakukan pemantauan secara berkala ke karyawan," aku dia.

Selain itu, Hargo  mengatakan pabrik yang berjumlah sekitar 1.100 karyawan ini sudah dilakukan lockdown.

"Sejak lima hari lalu, sampai nanti lima hari ke depan," tegasnya.

"Tapi hanya karyawan tertentu yang bisa masuk ke pabrik," aku dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved