Berita Wonogiri Terbaru
Pembunuh Wanita Bersimbah Darah di Wonogiri Tertangkap, Ternyata Kabur ke Surabaya
Nyawa seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) di Purwantoro, Wonogiri melayang di tangan teman kencannya.SK (60) warga Purwantoro nekat korban.
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Nyawa seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) di Purwantoro, Wonogiri melayang di tangan teman kencannya.
SK (60) warga Purwantoro nekat menghabisi nyawa korban berinisial KMI karena sakit hati, sudah ditolak korban saat diajak berhubungan badan, Minggu (27/6/2021).
Korban KMI ini diketahui sebagai PSK di Wonogiri.
Baca juga: Kronologi Istri Siri Dapati Suami Tewas di Dapur Rumah, Polres Wonogiri Sebut Ada Dugaan Pembunuhan
Baca juga: Pembunuhan Ridwan Pesilat PSHT Jumapolo : Takut Ketahuan, Pelaku Nginap Semalam Bersama Mayat Korban
Menurut Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing melalui Paur Humas Aipda Iwan Sumarsono, pelaku sempat melarikan diri ke Surabaya sebelum akhirnya ditangkap petugas kepolisian.
"Ya, pelaku sudah diamankan,” ungkapnya pada Senin malam.
Menurut dia, SK ditangkap tim Resmob Polres Wonogiri dalam pelarian di depan stasiun Pacar Keling, Surabaya.
Baca juga: Sadisnya Pembunuhan Berantai di Kulon Progo, Pelaku Menargetkan 4 Perempuan, 2 Tewas dan 2 Selamat
Paska peristiwa pembunuhan itu, Tim Inafis dan Tim Resmob Polres Wonogiri diterjunkan untuk melakukan olah TKP.
Selain mengumpulkan barang bukti juga melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.
"Setelah dapat informasi ada titik terang terkait keberadaan pelaku, tim Resmob kemudian melakukan pengejaran," ujarnya.
Baca juga: Misteri Wanita Tewas Terikat di Pohon Kopi di Simalungun Terungkap, Ternyata Korban Pembunuhan
"Selanjutnya pelaku dibekuk tim Resmob Polres Wonogiri dan tim Polrestabes Surabaya di depan Stasiun Gubeng, Pacar keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya,” jelas dia.
Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa satu buah Golok, satu buah sabit, satu pasang sandal warna coklat milik korban, satu buah anting, satu buah kalung terputus, satu buah handphone milik korban yang dibawa pelaku dan satu buah handphone milik pelaku.
"Setelah dilakukan interograsi awal pelaku mengakui perbuatan pembunuhan yang dilakukanya," ujarnya.
Baca juga: Babak Baru Kematian Maradona : Dokter Didakwa Pembunuhan Berencana, Terbukti Abai & Berakibat Fatal
Sementara itu, pemicu terjadinya aksi sadis tersebut lantaran pelaku sakit hati terhadap korban.
Dalam melancarkan aksi biadabnya, diketahui pelaku dibawah pengaruh minuman keras.