Berita Sragen Terbaru

Cara dan Lokasi Cuci Darah di Sragen : Pasien Baru Tak Dapat Langsung Terapi Rutin, Ini Penyebabnya

Di tengah pandemi covid-19, layanan hemodialisa atau cuci darah di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen masih terus berjalan.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
ILUSTRASI : Petugas saat mengoperasikan mesin cuci darah di PMI Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Di tengah pandemi covid-19, layanan hemodialisa atau cuci darah di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen masih terus berjalan.

Ada hal yang perlu dipahami masyarakat, apabila ingin melakukan terapi cuci darah, terutama bagi pasien baru.

Saat ini, RSUD Sragen hanya memiliki 16 mesin cuci darah, dengan perincian 14 mesin dipakai rutin, 1 mesin untuk pasien hepatitis, dan 1 mesin lainnya untuk pasien covid-19.

Selain itu RSUD Sragen juga menyediakan satu unit mesin cuci darah, untuk keadaan darurat.

Baca juga: Tak Hanya Solo, Sekolah Tatap Muka di Sragen Juga Ditunda karena Covid-19, Harusnya Mulai 12 Juli

Baca juga: Pria 40 Tahun di Bandung Lakukan Penipuan hingga Rp 250 Juta, Nyamar Jadi Model Wanita

Wakil Direktur Pelayanan dan Mutu RSUD Sragen, Joko Haryono mengatakan saat ini penggunaan alat hemodialisa sudah terpakai penuh, berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan.

"Yang 14 mesin sudah rutin, sudah terjadwal dan sudah ada jadwalnya bagi pasien yang sudah terapi rutin, tiap hari dua shift, pagi dan sore," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (29/6/2021).

Bagi pasien hemodialisa yang baru, tidak dapat langsung menjalani cuci darah secara rutin, yang harus menunggu jadwal terapi yang tersedia saat ini kosong.

"Jadwal terapi cuci darah bisa kosong, apabila pengguna mesin sebelumnya sudah dinyatakan sembuh atau meninggal dunia," tambahnya.

Hal tersebut dilakukan, agar tidak mengganggu jadwal terapi pasien HD lainnya.

Dalam keadaan darurat, misal terdapat keperluan berpergian mendadak dan mengharuskan cuci darah, atau pasien rujukan dari poli, RSUD Sragen masih dapat melayani.

Proses Layanan Cuci Darah

Sebelum menjalani cuci darah, pasien harus melewati pemeriksaan di poli-poli yang berkaitan.

Hasil pemeriksaan tersebut, digunakan untuk menentukan pasien akan menjalani terapi sekali atau rutin.

Bagi, pasien baru yang akan menjalani terapi rutin, masih diminta menunggu sembari terus berkomunikasi dengan pihak rumah sakit.

Baca juga: Soal PPKM Darurat, Solo Tunggu Instruksi dari Pusat: Pengawasan Lebih Ketat

Baca juga: Alarm Sragen Berbunyi : Kebutuhan Oksigen Melonjak 500 Persen, Kamar Pasien Covid-19 Juga Penuh

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved