Kesempatan Prancis di EURO 2020 Terhenti di Babak 16 Besar, Permainan Adrien Rabiot Jadi Sorotan

Kritik keras datang dari Ambrosini kepada Rabiot, melihat permainannya selama EURO 2020 yang kurang memuaskan

Tayang:
Editor: Muhammad Irfan Al Amin
Instagram @adrienrabiot_25
Adrien Rabiot saat berlaga membela negaranya Prancis 

TRIBUNSOLO.COM - Aksi permainan dari gelandang Juventus Adrien Rabiot di lapangan selama gelaran EURO 2020 masih mendapat kritikan.

Salah satu kritik yang datang dari mantan kapten AC Milan, Massimo Ambrosini.

Rabiot sendiri bergabung dalam skuad Prancis di laga Euro 2020.

Sayangnya, pemain yang pernah membela PSG ini tak sanggup berbicara banyak untuk membantu Les Bleus menapak ke babak perempat final.

Baca juga: Tampil Menawan di Euro 2020, Harry Maguire Bek Man United Disamakan Dengan Pemain Legendaris Brasil

Langkah Prancis terhenti di babak 16 besar Euro 2020 setelah menalan kekalahan dari Swiss lewat drama adu penalti.

Adrien Rabiot sendiri gagal mengamankan posisi utama untuk pos gelandang.

Ia kalah saing dengan pemain sekaliber Paul Pogba maupun N'Golo Kante.

Didier Deschamps selaku juru taktik les Bleus sedikit 'memaksakan' untuk Rabiot dimainkan sebagai wingbek.

Posisi tersebut diemban gelandang Juventus itu kala Prancis kalah dari Swiss.

Permainan Rabiot jelas tak maksimal untuk menunaikan tugas yang dibebankan oleh Deschamps saat itu.

Adrien Rabiot merupakan gelandang jangkar yang biasanya bertugas untuk mengatur permainan maupun menahan arus serangan lawan.

Uniknya ia bekali dengan kemampuan ofensif memalui tendangan jarak jauh maupun heading memanfaatkan fisiknya yang kokoh.

Namun untuk meyisir sisi kiri permainan Les Bleus, Rabiot tak memiliki kapasitas untuk naik turun dalam membantu pertahanan maupun penyerangan secara konstan.

Baca juga: Matteo Pessina : Dahulu Dipandang Sebelah Mata di AC Milan, Kini Jadi Kebanggan Italia di Euro 2020

Satu di antara komentar miring yang dialamatkan kepada Adrien Rabiot dilontarkan oleh eks kapten Rossoneri, Massimo Ambrosini.

Menurutnya, Rabiot tak memiliki kecakapan yang cukup untuk menjadi sosok pembeda dalam setiap pertandingan. Khususnya seperti event akbar sekelas Euro 2020.

"Saya tidak menganggap Rabiot sebagai pemain yang hebat. Satu-satunya yang ia miliki adalah keunggulan fisik yang membuatnya mudah untuk beradaptasi dalam setiap permainan," terang Ambrosini, seperti yang dikutip dari laman Juvenews.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved