Berita Sragen Terbaru

Pilunya Buruh PT GSP Sragen,Sejak Lebaran Tak Digaji, Kini Datangi Pabrik : Kelaparan Mau Makan Apa?

Akibatnya, ada puluhan buruh kembali mendatangi perusahaan itu di Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen pada Senin (5/7/2021).

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Puluhan buruh saat mendatangi PT GSP Sragen di Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Senin (5/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Nasib buruh PT Garuda Solo Perkasa (GSP) Sragen terkatung-katung karena nasibnya tak jelas.

Akibatnya, ada puluhan buruh kembali mendatangi perusahaan itu di Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen pada Senin (5/7/2021).

Kedatangan buruh untuk kesekian kalinya tersebut, untuk menuntut kejelasan dan hak buruh yang belum diberikan oleh manajeman.

Ketua DPC SBSI 1992 Sragen, Joko Supriyanto mengungkapkan, jika hak buruh belum diberikan sejak Lebaran tahun lalu.

Baca juga: Calo Pegawai PDAM Boyolali Ternyata PNS di Juwangi, Akal Bulusnya Terhenti, Kini Diselidiki Polisi

Baca juga: Nasib Pilu Warga Boyolali : Tergiur Bisa Jadi Pegawai PDAM, Sudah Setor Rp 400 Juta, Ternyata Ditipu

"Kedatangan teman-teman sebenarnya ingin mempertanyakan kejelasan, sejak 25 Mei sampai sekarang belum masuk kerja," katanya kepada TribunSolo.com.

Dikatakan, perusahaan tersebut diketahui mengelola 2 jenis usaha, yakni di bidang makanan dan tekstil.

"10 Juni ada pengumuman yang intinya tenun atau tekstil sudah tidak beroperasi," ujarnya.

Bahkan imbasnya, sebanyak 150 karyawan terpaksa menganggur, karena manajemen yang belum memberikan kepastian.

Lebih lanjut dia menjelaskan, buruh terpaksa mendatangi pabrik meski di tengah pemberlakuan kebijakan PPKM darurat.

"Kita sebetulnya juga menghormati anjuran pemerintah, sebenarnya ini kemauan anggota bukan organisasi," katanya.

"Menuntut hak kita, kita sudah dari Lebaran hingga sekarang sudah kelaparan, mau makan apa, kita susah teman teman ini," tambahnya.

Dia menambahkan, dengan di rumah saja, tidak ada jaminan para pekerja bisa makan.

Baca juga: Gerindra Posisi 1 Versi Voxpol, Habiburokhman Klaim Gambaran Kerja Keras Prabowo & Sandi di Kabinet

"Kita menghargai aturan PPKM, kalau dirumah siapa yang ngasih makan, kita memperjuangkan untuk bisa bekerja, kita nggak melawan peraturan," ujar dia.

Bahkan keluhan pekerja tersebut, sudah diadukan ke Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sragen.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved