Pemain Denmark ini Bisa Bikin Pusing Inggris di Semifinal : Harganya Murah, Tapi Bakal Jadi Rebutan

Joakim Maehle, yang mendapat pujian, karena bisa tampil apik di sepanjang laga Euro 2020. Penampilan Joakim Maehle di Euro 2020 dicap menawan.

Tayang:
Editor: Aji Bramastra
Darko Vojinovic / POOL / AFP
Joakim Mahle, pemain Denmark yang bermain di klub Atalanta, diramal akan jadi rebutan tim besar. 

Inggris punya banyak pemain kratif, bertalenta dan memiliki kemampuan menyerang.

Namun, dalam Euro 2021, susunan pemain Inggris tidak berdasarkan kemampuan menyerang atau penguasaan bola.

Inggris disiapkan sebagai petarung di lini tengah, hal yang kita lihat dalam laga menghadapi Jerman.

Gareth Southgate mengubah formasinya menjadi lebih advance dengan 3-4-3, yang biasanya 4-3-3, tujuannya, memberi tekanan sekaligus menjaga lini tengah Inggris tetap unggul dari Jerman.

Dan ketika menghadapi Ukraina di Perempat Final, Inggris kembali dengan 4-3-3.

Luke Shaw dan Kyle Walker saling membantu untuk naik, sedangkan Kalvin Phillips dan Declan Rice juga turut membantu dalam melakukan transisi.

Pemain depan Kroasia Ante Rebic (kiri) menantang gelandang Inggris Kalvin Phillips melewati gelandang Kroasia Marcelo Brozovic (kanan) selama pertandingan sepak bola Grup D UEFA EURO 2020 antara Inggris dan Kroasia di Stadion Wembley di London pada 13 Juni 2021.
Pemain depan Kroasia Ante Rebic (kiri) menantang gelandang Inggris Kalvin Phillips melewati gelandang Kroasia Marcelo Brozovic (kanan) selama pertandingan sepak bola Grup D UEFA EURO 2020 antara Inggris dan Kroasia di Stadion Wembley di London pada 13 Juni 2021. (Frank Augstein / POOL / AFP)

Di kubu Denmark, Kasper Hjulmand, menekankan permainan yang rapat di lini belakang.

Andreas Christensen, Simon Kjaer dan Jannik Vestergaard, menjadi trio lini belakang tak terpisahkan.

Kemampuan mereka mendistribusikan bola, sangat efektif, maka tidak heran, duet Pierre-Emile Hojbjerg-Thomas Delaney sangat terbantu dengan permainan prima di lini belakang tersebut.

Hojbjerg dan Delaney adalah duet yang paling efektif di Euro 2021, keduanya bisa membangun serangan secara horizontal dan vertikal sama apiknya.

Performa duo pivot andalan Denmark ini dibantu dengan adanya Joakim Maehle dan Daniel Wass yang saling menopang di kedua sayap.

Maka jangan heran dalam laga ini, bukan siapa yang bisa mencetak gol lebih dahulu, tapi tim mana yang bisa menguasai lini tengah.

Ditambah lagi, kedua pelatih, Kasper Hjulmand dan Gareth Southgate adalah dua sosok yang sangat doyan memberi kejutan.

Kejutan terbesar Inggris sejauh ini adalah ketika menang atas Jerman di Babak 16 Besar.

Bek Inggris Harry Maguire (CR) merayakan dengan rekan setimnya setelah mencetak gol kedua pada pertandingan sepak bola perempat final UEFA EURO 2020 antara Ukraina dan Inggris di Stadion Olimpiade di Roma pada 3 Juli 2021.
Alberto PIZZOLI / POOL / AFP
Bek Inggris Harry Maguire (CR) merayakan dengan rekan setimnya setelah mencetak gol kedua pada pertandingan sepak bola perempat final UEFA EURO 2020 antara Ukraina dan Inggris di Stadion Olimpiade di Roma pada 3 Juli 2021. Alberto PIZZOLI / POOL / AFP (Alberto PIZZOLI / POOL / AFP)

Sedangkan di Denmark, kejutan mereka berikan ketika menghadapi Ceko, di mana Delaney benar-benar diberikan kebebasan taktikal untuk menyusun serangan.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved