Virus Corona

Cara India Atasi Kelangkaan Oksigen Medis Seperti Indonesia Sekarang, Ternyata Andalkan 5 Hal Ini

Di tengah keadaan ini juga memunculkan kelangkaan oksigen terjadi di sejumlah wilayah di tanah air.

Tayang:
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Ilustrasi Oksigen. 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus aktif Covid-19 di Indonesia hingga kini terus mengalami peningkatan kasus.

Di tengah keadaan ini juga memunculkan kelangkaan oksigen terjadi di sejumlah wilayah di tanah air.

Baca juga: Alasan Untung Wiyono Siaga 24 Jam Beri Ivermectin untuk Pasien Corona Sragen : Tak Ada Efek Samping

Kejadian ini sebelumnya juga pernah terjadi di India.

Kala itu negeri Taj Mahal mengalami lonjakan sangat drastis.  

Ketika kasus covid-19 terkonfirmasi mencapai 400ribu per hari dan kebutuhan oksigen sangat langka, ada 5 hal yang dilakukan India ketika itu, mulai dari membatasi penggunaan oksigen non-medis hingga menerima bantuan dari negara lain, termasuk Indonesia.

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara yang berkantor di India Prof Tjandra Yoga Aditama menuturkan, hal pertama yang dilakukan pemerintah India adalah melarang sementara penggunaan oksigen cair untuk kepentingan non kesehatan.

"Pelaksanaannya pernah amat ketat dan industri lain memang tidak boleh menggunakan oksigen, bahkan disebutkan tanpa kecuali, No industry will be exempt from this order," ujarnya melalui pesan tertulisnyang diterima, Kamis (8/7/2021).

Kemudian kedua, menginisiasi pemasangan  Medical Oxygen Generation Plants di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di negara itu. 

Suasana saat tanki oksigen di India bocor. Akibatnya 22 Pasien Covid-19 di India Tewas Gara-gara Tangki Oksigen Bocor, India Darurat Layanan Kesehatan
Suasana saat tanki oksigen di India bocor. Akibatnya 22 Pasien Covid-19 di India Tewas Gara-gara Tangki Oksigen Bocor, India Darurat Layanan Kesehatan (twitter)

"Tentu selanjutnya adalah mempercepat distribusi, seperti dengan Oxygen Express trains," ujar guru besar FKUI ini.

Keempat adalah peran aktif berbagai LSM, seperti Hemkunt Foundation dengan 150 relawan, melayani sekitar 15 ribu panggilan telpon, semacam pelayanan oksigen drive-thru juga menjadi penting.

"Atau organisasi Sewa International yang menyediakan oxygen concentrator," kata dia.

Kelima adalah India juga menerima bantuan oksigen dari negara lain, termasuk dari Indonesia.

Amerika Serikat pernah menyumbang 1.100 silinder oksigen, Perancis juga menyumbangkan oksigen cair dan Inggris menyumbangkan oxygen concentrator.

Serta Japan juga mengirimkan oxygen concentrator.

Warga membawa tabung oksigen yang telah diisi ulang di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021). Peningkatan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta membuat permintaan isi ulang maupun pembelian tabung oksigen meningkat. Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga membawa tabung oksigen yang telah diisi ulang di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021). Peningkatan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta membuat permintaan isi ulang maupun pembelian tabung oksigen meningkat. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

 

Baca juga: PPKM Darurat, Kapolda Jateng Ancam Penimbun Obat-obatan Sampai Oksigen: Bakal Ditindak Tegas

"Ada negara bagian di India tertentu yang sudah sejak awal-awal menyiapkan kemungkinan kasus. Di Kerala misalnya, cukup banyak rumah sakit yang sudah menyiapkan “liquid oxygen processing unit” yang amat memudahkan mereka pada masa kekurangan oksigen melanda berbagai rumah sakit di India," ungkapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved