Berita Sragen Terbaru

Mudahnya Lihat Tulisan 'Maaf Oksigen Kosong', di Beberapa Depo Pengisian Tabung di Wilayah Sragen

Kisah susahnya mencari oksigen ternyata tidak hanya di Kota Solo dan Sukoharjo akhir-akhir ini, di Sragen juga terjadi.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Tulisan 'Maaf Oksigen Kosong' ditempel di depo pengisian oksigen di Desa Kwangen, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Sabtu (10/7/2021). 

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan Pemkab Sragen tidak bisa menjamin ketersediaan gas oksigen untuk warganya.

"Jaminan apa? Ini bukan tugas pemerintah kabupaten aja, ini sudah tugas pemerintah pusat untuk menjamin O2," katanya kepada TribunSolo.com, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga: Hasil Rukyatul Hilal di Observatorium Assalaam Solo : Besok 1 Dzulhijjah, Idul Adha 20 Juli 2021

Baca juga: Benarkan Angka Kematian Meroket Gegara Oksigen Langka? Begini Penjelasan Petugas Medis di Sragen

Meski begitu, pihaknya tetap mengusahakan kebutuhan oksigen di Kabupaten Sragen dapat mencukupi.

"Tapi, tetap kita usahakan, sekarang antar rumah sakit bisa saling bertukar oksigen," ujarnya.

"Di rumah sakit sekarang sudah mulai saling membantu, jika ada tabung yang sisa, diberikan ke rumah sakit yang kekurangan," terangnya.

Meski melihat keadaan sekarang, berat bagi rumah sakit untuk meminjamkan tabung oksigennya ke rumah sakit lain.

"Karena ini faktor deg-degan, nggak setiap hari ada," jelas dia.

Terjadi di Sukoharjo

Sebelumnya, tabung oksigen tengah banyak dicari Fasilitas Kesehatan di Solo dan sekitarnya.

Kebutuhan tabung oksigen saat ini meningkat tajam, seiring dengan banyaknya kasus Covid-19.

Tak hanya pada Fasilitas Kesehatan (Faskes), kebutuhan oksigen juga diburu oleh masyarakat yang anggota keluarganya tengah menjalani isolasi mandiri.

Baca juga: Waspada Kondisi Happy Hypoxia saat Oksigen Medis Langka, Begini Cara Mengetahui Tanda Happy Hypoxia

Baca juga: Stok Oksigen Rumah Sakit di Solo Menipis, Bakal Ada Bantuan dari Kendal dan Gresik

Perjuangan warga Solo dan sekitarnya itu pun tak mudah. 

Seperti kisah warga Sukoharjo bernama Ratu Sejati (24).

Setiap hari dia harus berpacu dengan waktu, agar mendapatkan stok oksigen untuk ayahnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved