Virus Corona

Waspada Kondisi Happy Hypoxia saat Oksigen Medis Langka, Begini Cara Mengetahui Tanda Happy Hypoxia

Kondisi ini dikhawatirkan dengan adanya kasus Happy Hypoxia pada pasien Covid-19.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI : Petugas mengangkut tabung oksigen untuk kebutuhan pasien Covid-19 ke dalam ruangan di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang 45, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (28/6/2021). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalihfungsikan Hotel Grand Asrilia menjadi Pusat Pemulihan Pasien Covid-19 di kawasan Bandung Raya. Tempat ini diperuntukkan bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani masa penyembuhan dari berbagai rumah sakit di Bandung Raya. Alih fungsi itu dilakukan seiring meningkatnya bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di kawasan Bandung Raya. Ketersediaan tempat tidur di Hotel Grand Asrilia untuk merawat pemulihan pasien Covid-19 terdapat lebih dari 500 tempat tidur. 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus aktif Covid-19 di Indonesia hingga kini terus mengalami peningkatan kasus.

Di tengah keadaan ini juga memunculkan kelangkaan oksigen terjadi di sejumlah wilayah di tanah air.

Baca juga: 3 Gejala yang Jadi Indikasi Orang Mengalami Happy Hypoxia, Termasuk Batuk Tapi Tidak Sesak

Kondisi ini dikhawatirkan dengan adanya kasus Happy Hypoxia pada pasien Covid-19.

Normalnya, orang sehat memililki kadar oksigen 95-100 persen di dalam darahnya, sementara yang sakit hanya 60-70 persen.

Diwartakan Tribunnews.com, Dokter Spesialis Paru Dr. Erlina Burhan M.Sc, Sp.P menjelaskan, Happy Hypoxia adalah kurangnya oksigen di dalam darah.

"Mestinya orang yang kurang oksigen itu akan sesak, tapi ini tidak terjadi beberapa pasien Covid-19 dengan gejala Happy Hypoxia,"

"Kenapa? karena adanya kerusakan pada saraf yang menghantarkan sensor saraf ke otak. Lalu otak tidak dapat memberikan respon terhadap sesak tapi pasien tidak ada gejala atau tidak sesak nafas," jelasnya.

Ia menuturkan, Happy Hypoxia hanya terjadi pada pasien bergejala Covid-19.

Happy Hypoxia ini bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan gejala atau kondisi yang dialami pasien Covid-19.

"Jangan panik, Happy Hypoxia tidak terdapat pada orang tanpa gejala (OTG) Covid-19, ini terjadi pada orang yang bergejala Covid-19, jarang sekali terjadi pada OTG," jelasnya.

Untuk itu, Erlina menuturkan penting bagi setiap pasien Covid-19 mengetahui gejala Happy Hypoxia, jika terlambat ditangani dapat berujung kematian.

"Jangan tunggu sesak nafas karena tidak ada gejala sesak nafasnya. Lihat satu tanda saja segera ke rumah sakit," ujarnya.

Baca juga: 153 Tenaga Kesehatan di Boyolali Positif Covid-19, Diperkirakan Corona Varian Baru: Penularan Cepat

Cara Mengetahui Tanda Happy Hypoxia

Dokter Paru di RS Persahabatan ini menjelaskan tanda pasien Covid-19 mengalami Happy Hypoxia, yaitu jika gejala Covid-19 bertambah, batuk menetap, tubuh makin lemas, bibir dan ujung jari membiru.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved