Berita Solo Terbaru
Pengguna Jalan Nekat Terobos Penutupan Jalan Slamet Riyadi Solo, Geser Water Barrier
Guna menekan laju angka Covid-19 yang kian bertambah di Kota Solo, Satlantas Polresta Solo melakukan penyekatan di sejumlah titik.
Penulis: Muhammad Irfan Al Amin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Muhammad Irfan Al Amin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Guna menekan laju angka Covid-19 yang kian bertambah di Kota Solo, Satlantas Polresta Solo melakukan penyekatan di sejumlah titik.
Titik penyekatan itu antara lain Jalan Dr Radjiman Widyodiningrat, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Gatot Subroto, Jalan Yos Sudarso, Jalan Piere Tendean, dan Jalan Slamet Riyadi.
Di tengah penutupan jalan tersebut ternyata masih ada warga yang nekat menerobos, meski telah dihalangi portal jalan dan water barrier.
Baca juga: Warga Penggung Boyolali Nekat Gelar Hajatan di Masa PPKM Darurat, Kena Denda Rp 1 Juta
Baca juga: Nekat Gelar Lomba Mancing saat PPKM Darurat, Pemilik Pemancingan di Sukoharjo Diamankan Petugas
Dari pengamatan TribunSolo.com di Jalan Slamet Riyadi, banyak kendaraan yang masih menerobos untuk melintas di jalan protokol.
Mereka memasuki Jalan Slamet Riyadi melalui jalan perkampungan yang hanya ditutup oleh penghalang namun tanpa penjagaan.
Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang nekat menggeser water barrier, sehingga tidak hanya kendaraan roda dua saja yang bisa lewat, namun roda empat juga bisa melaju.
Baca juga: Seminggu PPKM Darurat, PKL Merintih Sepi, Pimpinan DPRD Solo Usul Gibran Alokasikan Rp 20 Miliar
Saat dikonfirmasi mengenai kejadian ini, Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra menuturkan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak saat ada warga yang nekat menerabas jalur yang telah disekat.
Dirinya meminta agar warga sadar bahwa kebijakan penyekatan ini hadir demi menekan laju angka Covid 19 yang kian mengkhawatirkan.
"Kami meminta kepada masyarakat agar menggunakan kesadaran masing-masing, bahwa penyekatan ini demi kepentingan bersama," katanya pada Minggu (11/7/2021).
Baca juga: Alasan PPKM Jalan Terus, Panglima TNI : Agar Virus Tak Masuk ke Wilayah yang Belum Ada Kasus Berat
"Kami akan melakukan secara persuasif, sebisa mungkin kami cegah dan ingatkan, namun belum ada tindakan hukum untuk itu," terangnya.
"Tolong kesadarannya!" tekannya.
Kompol Adhytiawarman juga mengklaim bahwa melalui PPKM Darurat dan penyekatan sejumlah jalan, laju covid 19 semakin bisa ditekan dengan signifikan.
"Kami setiap hari melakukan analisa dan evaluasi, hasilnya setelah dilakukan penyekatan angka kesembuhan naik menjadi 350 per hari, setelah sebelumnya hanya 100," jelasnya.
Jalan Ditutup
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/potret-sejumlah-pengendara.jpg)