Breaking News:

Cegah Hoax Saat Pandemi, Kominfo Berharap Masyarakat Lebih Cerdas Demokrasi Lewat Literasi Media

Acara tersebut berupaya memberikan pengetahuan tentang penanganan dari covid-19 dengan menggandeng berbagai lapisan masyarakat dan stakeholder

Editor: Eka Fitriani
Wakil Rektor Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, Dr. Sutoyo,
Webinar series -4 dengan tema Cerdas Berdemokras di Universitas Slamet Riyadi, Surakarta 

TRIBUNSOLO.COM -  Kementrian Informasi dan Informatika Republik Indonesia menggelar webinar series -4 "Cerdas Berdemokrasi" dengan mengangkat tema mengenai Jaga Imun, Jaga Iman, Jaga Indonesia di Auditorium Kampus Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Rabu (14/7/2021).

Dalam acara virtual tersebut Direktur Informasi dan Komunikasi Polhukam, Bambang Gunawan menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan audiens tentang demokrasi pancasila dan infodemik covid 19 dan meningkatkan kesadaran audiens tentang pemberitaan media massa untuk kerukunan berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Ketua Yayasan Universitas Slamet Riyadi Solo Janjikan Hadiah Untuk Mahasiswa yang Berprestasi

Baca juga: Unit Kegiatan Mahasiswa Islam Universitas Slamet Riyadi Halal Bihalal

Bambang menambahkan acara tersebut berupaya memberikan pengetahuan tentang penanganan dari covid-19 dengan menggandeng berbagai lapisan masyarakat dan stakeholder baik lembaga pemerintahan maupun swasta seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, jurnalis atau media.

Di sisi lain peredaran hoax Covid 19 melalui berbagai kanal menimbulkan kecemasan dan ketakutan berlebih di masyrakat dan dapat mempengaruhi kesehatan mental.

Untuk itu perlu ditingkatkannya pemahaman bahwa ketangguhan masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 didukung dari kualitas info yang diterimanya dan dapat dipertanggungjawabkan kontennya.

Demikian juga tokoh masyarakat serta tokoh agama dapat juga memberikan edukasi terhadap masyarakat mengenai pentingnya protokol kesehatan 3M serta menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media masa Prof. Widodo Muktiyo dalam acara virtual tersebut menargetkan 12,5 juta akan melatih secara virtual tentang literasi digital dan cerdas berdemokrasi saat ini.

“Silahkan bukan website Kominfo jika mau ikut ,” jelasnya.
Widodo menambahkan banyak cara baru untuk belajar saat ini, perubahan perilaku dan cara fikir yang baru. “ Generasi Z dan milenial menguasai teknologi saat ini maka dari itu generasi Baby boomers segera adaptasi zaman,” jelasya.

Widodo mengatakan dengan banyaknya peredaran hoaks covid-19 dan hoaks vaksin covid-19 melalui berbagai kanal menimbulkan keresahan dan kepanikan yang berlebihan mempengaruhi kesehatan mental.

Wakil Rektor Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Dr. Sutoyo, mengapresiasi Kominfo yang aktif menggandeng mahasiswa khususnya Kampus Unisri dan masyarakat tentang edukasi dalam memutus mata rantai covid di negeri ini.

Dr.Sutoyo menjelaskan pertama aspek Jaga Iman diharapkan keimanan dalam konteks spiritual menjadi pondasi kekuatan seseorang dalam memaknai sesuatu.Yang kedua aspek Jaga Imun dengan mematuhi protokol kesehatan dan Yang ketiga Jaga Indonesia dengan pandangan perpektif masyarakat berbangsa dan bernegara. “ Indonesia beragam dengan ke Bhinekaanya, 34 Provinsi, 518 Kabupaten/kota, kompleksitasnya luar biasa,” jelasnya.

Tokoh Masyarakat Solo, Sumartono Hadinoto menjelaskan masyarakat cerdas tentunya menanggapi sumber berita yang jelas dan media terpercaya.

“Untuk mengatasi Keluarga tidak percaya adanya Covid, mungkin dengan memberikan contoh dan pelajari lewat google dan terus berkomunikasi lewat media mainstream, TV,radio, secara bijak tetap kita jaga keluarga kita khususnya orang tua kita,” pungkasnya.Setyawan ADV.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved