Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Nekat Konvoi hingga Berkerumun saat PPKM Darurat, Puluhan Remaja Digendang ke Mapolres Sragen

Puluhan remaja yang kebanyakan masih dibawah umur nekat melakukan konvoi di Jalan Raya Tanon-Sragen, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Agil Tri
Dok. Polsek Tanon
aksi remaja menyalakan flare di Jalan Raya Tanon-Sragen, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen saat PPKM Darurat 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Puluhan remaja yang kebanyakan masih dibawah umur nekat melakukan konvoi di Jalan Raya Tanon-Sragen, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Konvoi dilakukan ditengah penerapan PPKM Darurat di Kabupaten Sragen.

Tak hanya konvoi, kelompok remaja itu juga memainkan gas motornya, serta menyalakan flare.

Alhasil, aksi teersebut mengganggu masyarakat dan melanggar protokol kesehatan terkait kerumunan.

Polres Sragen tak tinggal diam, dan langsung mengamankan puluhan remaja yang ikut konvoi itu.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan terhadap pelaku yang masih dibawah umur, dilakukan proses diversi.

"Karena pelakunya masih anak-anak, saya tegaskan, kita laksanakan diversi," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Minggu (18/7/2021).

Baca juga: Viral Model Cantik asal Sragen Banting Stir Jadi Penjual Es Degan: Banyak yang Minta Foto Bareng

Baca juga: Kapolres Sragen Beberkan Alasan Kades Jenar Tak Diproses Hukum: Diselesaikan dengan Kekeluargaan

Baca juga: Exit Tol Ditutup, Pengendra Arah Jawa Timur Tak Bawa Surat Negatif Covid-19 ? Diputarbalik di Sragen

Baca juga: Semenjak Gerbang Tol Timur Ditutup, Lalu Lintas Jalanan Sragen Ikut Menjadi Sepi

Proses diversi atas rekomendasi dari Bapas, dan dapat dilaksanakan baik di kejaksaan maupun di kepolisian.

Menurut AKBP Ardi, aksi massa tersebut diluar komandi pengurus perguruan silat.

"Aksi itu, hanya spontan dari anak-anak, tidak ada komando," katanya.

AKBP Ardi meminta, untuk pengurus perguruan silat, untuk selalu mendampingi dan mengawasi anak asuhnya.

Setelah kejadian tersebut, seluruh kegiatan perguruan silat dilarang, pasalnya saat ini penularan covid-19 di Sragen masih tinggi.

"Dilarang untuk melakukan kegiatan dalam bentuk apapun, baik itu pengesahan, sarah sehan, atau apapun namanya, karena tujuannya adalah berpotensi mengumpulkan massa," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved