Berita Sragen Terbaru
Jeritan Pedagang di Sragen Selama PPKM Darurat: Kelimpungan Bayar Angsuran Bank
Pedagang di Kabupaten Sragen mengeluhkan lesunya perputaran ekonomi sehingga pendapatan mereka menurun dan tak bisa menyicil angsuran
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Agil Trisetiawan
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Baru dua minggu lebih pemberlakuan PPKM Darurat di Kabupaten Sragen, sudah banyak dikeluhkan oleh masyarakat.
Mereka yang berprofesi sebagai pedagang, dan penjual makanan mengeluhkan lesunya perputaran ekonomi selama PPKM Darurat.
Ditambah, tidak semua sektor diizinkan untuk beroperasi.
Selain itu, tak adanya kompensasi yang diberikan pemerintah kepada para pedagang, membuat mereka kelimpungan.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tiban Sragen, Setyono mengatakan dengan pendapatan yang menurun drastis, banyak pedagang yang kebingungan membayar angsuran bank mereka.
"Tentu saja pendapatan menurun secara drastis selama PPKM darurat, buat makan saja susah, bagaimana cara kita bayar angsuran bank," katanya kepada TribunSolo.com, Senin (19/7/2021).
Baca juga: Terpukul PPKM Darurat, PKL di Sukoharjo Ajukan Audiensi dengan Pemkab dan DPRD, Ini Tuntutannya
Baca juga: Apa itu Pil Sapi, Obat Berbahaya yang Beredar di Sragen : Murah, Sering Dipakai Gantikan Narkoba
Baca juga: Kapan Warga Sragen Dapat Kompensasi PPKM Darurat? Pemkab : Belum Ada, Tunggu Arahan Pusat Dulu
Setyono meminta, pemerintah tidak hanya melakukan himbauan, namun juga memberikan solusi, atas seretnya pemasukan selama pemberlakuan PPKM darurat.
"Mohon kepada pemerintah Kabupaten Sragen, serta perbankan untuk bisa memahami situasi dan kondisi saat ini," ujarnya.
Selama pemberlakuan PPKM darurat, Setyono mengaku belum menerima bantuan dari Pemkab Sragen.
"Sampai sekarang belum ada (bantuan) sama sekali," ungkapnya.
Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat hingga pukul 20.00 WIB sangat dikeluhkan para pedagang kecil.
"Semua pedahang tetap mengeluh, tapi kita semua tidak bisa berbuat apa-apa, pedagang hanya bisa pasrah, dengan peraturan yang telah dibuat," pasrahnya.
Wacana pemerintah untuk memperpanjang PPKM darurat hingga akhir Juli nanti, membuat banyak tidak tahu lagi bagaimana nasibnya.
"Kalau PPKM darurat diperpanjang, ga tahu lagi nasib pedagang nantinya, mungkin bencana kelaparan semakin banyak," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/alun-alun-sepi-dari-pkl-saat-jateng-di-rumah-saja-di-jalan-sukow.jpg)