Breaking News:

Berita Sragen Terbaru

Malam Ini, Jajaran Polres Sragen Bakal Patroli Antisipasi Adanya Takbiran Keliling

Takbir keliling jelang hari raya idul adha, masih dilarang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen untuk mencegh penyebaran covid-19

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Ilustrasi takbiran keliling 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Takbir keliling jelang hari raya idul adha, masih dilarang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.

Hal tersebut diterapkan untuk mencegah penularan covid-19 saat hari raya idul adha.

Kemenag Sragen juga melarang pelaksanaan takbiran di masjid atau mushola.

Hal tersebut, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia, nomor 17 tahun 2021.

Kepala Kemenag Sragen, Hanif Hanani mengatakan semua jenis pelaksanaan malam takbiran dilarang.

"Penyelenggaraan malam takbiran di masjid atau mushola dilarang," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Minggu (18/7/2021).

"Selain itu, takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki, maupun arak-arakan dengan kendaraan juga dilarang," tambahnya.

Baca juga: Nasib Kades di Sragen yang Terang-terangan Lawan PPKM Darurat : Tak Dihukum, Kini Melenggang Bebas

Baca juga: Penjual Es Degan Cantik asal Sragen Bikin Salfok, Pengunjung Rela Menunggu Demi Bisa Foto Bareng

Baca juga: Ratusan Orang Gagal Tembus Cegatan PPKM Darurat di Sragen, Gara-gara Tak Bawa Surat ini

Baca juga: Nekat Konvoi hingga Berkerumun saat PPKM Darurat, Puluhan Remaja Digendang ke Mapolres Sragen

Hal itu diberlakukan, pasalnya Kabupaten Sragen berada di level asesmen 3, penerapan PPKM darurat.

Sementara itu, Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengimbau kepada masyarakat, untuk mentaati aturan idul adha di tengah pelaksanaan PPKM darurat.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved