Berita Solo Terbaru
Sikap BEM UNS soal Viral Uang Kedokteran UNS Tembus Rp 2 Miliar : Bukan dari Grup Mahasiswa
Sebuah status di media sosial viral, setelah merumorkan uang masuk ke Fakultas Kedokteran UNS Solo, mencapai Rp 2 miliar
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Aji Bramastra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sebuah status di media sosial viral, setelah merumorkan uang masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret atau UNS Solo, mencapai Rp 2 miliar.
Status ini pun sampai membuat BEM UNS melakukan penelusuran.
Baca juga: Viral Cuitan Singgung Sumbangan Masuk Kedokteran UNS Solo hingga Rp 2 M, Rektor UNS Beri Penjelasan
Presiden BEM UNS, Zakky Musthofa Zuhad mengkonfirmasi jika list SPI tersebut, menyebar di grup tidak resmi UNS.
Menurut Zakky, kebenaran list tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Ternyata kalau kita lihat, itu grup camaba (calon mahasiswa baru), bukan grup maba, atau mahasiswa yang sudah diterima," katanya kepada TribunSolo.com, Selasa (20/7/2021).
"Mungkin satu orang dari anggota grup tersebut ngirim, yang sudah lolos di UNS listnya seperti itu, kita juga nggak tahu, cara mengumpulkan listnya seperti apa," jelasnya.
Meski demikian, untuk lebih memastikan, Zakky mengatakan, BEM UNS akan melakukan survei kepada setiap mahasiswa baru UNS.
Ini untuk membuktikan apakah data tersebut benar atau hanya sebatas rumor.
"Seluruh maba akan kita survei, baik yang masuk jalur SNMPTN, SBMPTN, atau seleksi mandiri, untuk UKT atau SPInya," paparnya.
Jika benar ada temuan seperti itu, BEM UNS akan mengawal kebijakan tersebut.
"Kalaupun benar, ini yang kita takuti, kampus ini makin komersil, makin liberal terkait uang pendidikan. Kita akan kawal terus," pungkasnya.
Rektor Membantah
Sebuah cuitan di media sosial twitter soal Univrsitas Sebelas Maret, viral di media sosial.
Pasalnya dalam cuitan yang beredar menuliskan tentang masuk kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) harus menyumbang sampai Rp 2 miliar.
Baca juga: Sikap UNS Solo, Setelah ada Mahasiswanya yang Layangkan Protes Keras ke Jokowi : Tak ada Pemanggilan
Untuk diketahui cuitan itu pertama kali diunggah oleh pemilik akun Twitter Sentot Kristanto @sentot_kristant pada Senin (19/7/2021).
"Masuk kedokteran UNS harus nyumbang sampai 2M. Mudah-mudahan tidak ada dokter lulusan UNS yang malpraktek nantinya," tulis Sentot.
Alhasil cuitan ini mendapatkan berbagai reaksi bagi pengguna twitter.
Hingga Senin malam pukul 22.00 WIB, unggahan itu telah dikomentari 12 pengguna Twitter, dicuitkan ulang 21 pengguna Twitter dan disukai 37 orang pengguna Twitter.
Selain itu dalam unggahannya, pengguna akun Twitter itu juga mengunggah sebuah foto lis besaran sumbangan pengembangan institusi (SPI) calon mahasiswa baru (Camaba) UNS 2021 yang lolos Seleksi Mandiri Jalur Ujian gelombang dua dari berbagai fakultas.
Dalam lis tersebut besaran sumbangan bervariasi mulai dari angka terkecil Rp 18 juta Prodi Pendidikan Sosiologi dan Antropoligi hingga yang terbesar Rp 2 miliar untuk Fakultas Kedokteran.
Menanggapi unggahan tersebut, Rektor UNS Solo Jamal Wiwoho mengatakan, biaya pendidikan mahasiswa baru yang diterima melalui seleksi mandiri UNS tahun 2021 terdiri dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan SPI.
UKT dipungut per semester sampai selesai masa studi (nominal UKT bervariasi untuk masing-masing program studi).
Sedangkan SPI dipungut sekali selama studi pada awal tahun kuliah dengan pembayaran dapat diangsur dua kali (nominal SPI bervariasi untuk setiap program studi).
Untuk biaya pendidikan bagi pemegang KIP-K mengikuti ketentuan yang berlaku.
Adapun besaran untuk UKT dan SPI program sarjana jalur Seleksi Mandiri UNS 2021 tersebut sudah diatur berdasarkan SK Rektor UNS Nomor 510/UN27/HK/2021.
"Tidak ada itu (sumbangan Rp 2 miliar)," kata Jamal saat dikofirmasi Kompas.com, Senin malam.
Baca juga: Kabar Duka UNS Solo: Staf Humas Meninggal Seminggu Setelah Melahirkan, Dimakamkan Secara Prokes
Berdasarkan SK Rektor UNS tersebut, sumbangan pengembangan institusi terbagi dalam empat kelompok.
Jamal juga mengatakan, SPI di masing-masing fakultas besarannya bervariasi.
Adapun untuk SPI Fakultas Kedokteran UNS sebagai berikut:
Kelompok I SPI sebesar Rp 25 juta.
Kelompok II SPI sebesar Rp 75 juta.
Kelompok III SPI sebesar Rp 100 juta.
Kelompok IV SPI lebih dari Rp 100 juta.
"Silakan memilih sendiri sumbangannya. Di atas Rp 100 juta sumbangannya milih sendiri. Tapi tidak ada yang segitu (Rp 2 miliar)," ungkap dia.
Sebagai informasi, Seleksi Mandiri Universitas Sebelas Maret (SM UNS) adalah jalur penerimaan mahasiswa baru yang dilaksanakan oleh UNS di luar jalur SNMPTN dan SBMPTN.
Seleksi Mandiri UNS terdiri dari Seleksi Mandiri Jalur Ujian (SMJU), Seleksi Mandiri Jalur Kemitraan (SMJK), Seleksi Mandiri Jalur Disabilitas (SMJD), dan Seleksi Mandiri Jalur Prestasi (SMJP).
Seleksi Mandiri Jalur Ujian (SMJU) UTUL UNS diperuntukkan bagi lulusan SMA/MA/SMK atau yang sederajat paling lama tiga tahun terakhir.
Melalui jalur ini, calon mahasiswa akan diseleksi dengan menggunakan Nilai Ujian Tulis (UTUL) yang diselenggarakan UNS. (*)